Rehabilitasi Sekolah Jadi Prioritas Pemkab Kudus, Bupati Hartopo: Bisa Selesai 2022

MONITORING: Bupati Kudus, HM Hartopo saat mengecek kondisi Sekolah Dasar (SD) 6 Terban yang sempat rusak. (Nisa Hafizhotus Syarifa/Lingkarjateng.id)

MONITORING: Bupati Kudus, HM Hartopo saat mengecek kondisi Sekolah Dasar (SD) 6 Terban yang sempat rusak. (Nisa Hafizhotus Syarifa/Lingkarjateng.id)

KUDUS, Lingkarjateng.id Rehabilitasi sekolah masuk dalam program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Program ini diprioritaskan karena sifatnya yang memang cukup krusial.

Bupati Kudus, HM Hartopo menyampaikan bahwa perbaikan sekolah harus segera dilakukan supaya tidak mengganggu kegiatan belajar dan mengajar. Oleh karena itu, perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan terus dilakukan percepatan.

“Perbaikan sekolah harus dilakukan supaya tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar,” tegasnya.

Diketahui, sejumlah sekolah memang sempat mengalami kerusakan dan butuh segera direhabilitasi. Kerusakan ini mulai dari atap yang ambrol hingga bangunan ruang kelas yang mulai rusak.

Bupati pun meninjau langsung kondisi sekolah yang mengalami kerusakan. Selanjutnya, dirinya langsung meminta jajarannya untuk segera melakukan rehabilitasi agar ruang kelas bisa kembali digunakan.

MONITORING: Bupati Kudus, HM Hartopo saat mengecek kondisi Sekolah Dasar (SD) 6 Terban yang sempat rusak. (Nisa Hafizhotus Syarifa/Lingkarjateng.id)

Menurut Hartopo, kondisi kelas dengan atap bolong-bolong tersebut memang tidak kondusif untuk kegiatan belajar mengajar. Sehingga, lanjutnya, rehabilitasi bangunan sekolah harus cepat dilakukan.

“Kami memastikan perbaikan sekolah ini bisa selesai dilakukan tahun ini,” ujarnya.

Hartopo pun mengimbau kepada kepala sekolah untuk pro aktif memonitor keadaan bangunan sekolah. Ia mengatakan, pihak sekolah harus selalu siaga ketika mengetahui ada eternit yang basah.

Sehingga, kata dia, perbaikan bisa dilakukan secepatnya. Paling tidak, sekolah mengecek kondisi kelas-kelas sehingga Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berjalan lancar.

“Kalau ada sinyal seperti eternit basah, harus segera dicek apakah ada genteng yang melorot atau pecah. Jadi perbaikan bisa dilaksanakan sejak dini,” ucapnya.

Selain itu, dirinya juga berharap guru ikut memberikan perhatian terkait pemeliharaan gedung maupun perawatannya. Karena akan percuma jika dibangunkan kembali namun tidak ada perawatan sama sekali.

“Ketika ada kebocoran coba langsung dinaikin ke atas, kalau ada yang bocor ya ditambal. Plafon ini tidak tahan air, dana BOS ‘kan bisa digunakan untuk ganti-ganti genteng yang bocor bisa, sekolah harus proaktif,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Harjuna Widada menyampaikan bahwa rehabilitas sekolah memang masuk dalam program prioritas. Pihaknya bahkan mengundang konsultan perencana agar perbaikan sekolah dapat berjalan optimal.

Sedikitnya, ada 123 sekolah yang diprioritaskan untuk diperbaiki pada tahun 2022 ini. Sekolah yang mengalami rusak parah pun disebutnya telah diprioritaskan.

Harjuna juga mengungkapkan bahwa pemeliharaan seperti mengganti genteng yang bocor bisa menggunakan dana BOS. Harapannya, sekolah bisa lebih siaga memperhatikan kondisi bangunan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Kalau rehabilitasi ringan untuk pemeliharaan bisa menggunakan dana BOS,” terangnya. (Lingkar Network | Nisa Hafizhotus Syarifa – Koran Lingkar)