Posbindu, DKK Kudus Cek Kesehatan Karyawan dan Buruh Rokok

Posbindu,-DKK-Kudus-Cek-Kesehatan-Karyawan-dan-Buruh-Rokok

PENGECEKAN: DKK Kudus saat sedang mengecek kondisi kesehatan karyawan dan buruh rokok di PT Nojorono, Selasa (28/6). (Nisa Hafizhotus Syarifa/Lingkarjateng.id)

KUDUS, Lingkarjateng.idDKK Kudus atau Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus terus menggerakkan kegiatan Pos Binaan Terpadu (Posbindu). Kali ini, DKK fokus untuk mengecek kondisi kesehatan para karyawan dan buruh rokok.

Kegiatan Posbindu yang diadakan DKK Kudus bagi buruh rokok ini pun sudah mulai diadakan sejak 31 Mei 2022 lalu. Sasarannya yakni buruh rokok sekaligus karyawan di PT Nojorono.

“Posbindu ini bertepatan dengan Bulan Deteksi Dini yang merupakan program Kementerian Kesehatan untuk melakukan screening kesehatan masyarakat pada bulan Mei dan Juni,” kata Indria Toni Setyadi S.Kep, NS selaku Koordinator Posbindu DKK Kudus.

Ia menyebut, program Posbindu dari DKK Kudus ini rutin diadakan setiap tahunnya. Dalam Bulan Deteksi Dini tahun ini, pihaknya fokus menyasar ke perusahaan dan sekolah. Pasalnya, pengecekan kesehatan ini bisa dilakukan pada warga yang berusia minimal 15 tahun.

“DKK Kudus rutin mengadakan tes semacam ini, tapi tahun-tahun sebelumnya itu kita fokus ke desa. Sedangkan tahun ini kita fokus ke sekolah dan perusahaan agar bisa terintegrasi mendekatkan kepada masyarakat tentang pentingnya pengecekan kesehatan,” terangnya.

Screening kesehatan yang dilakukan dalam Posbindu yakni meliputi deteksi Penyakit Tidak Menular (PTM). DKK Kudus akan melakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.

“Setelah mengecek kondisi kesehatan, kami akan memberikan edukasi mengenai penyakit-penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes militus, dan kanker leher rahim,” imbuhnya.

Toni mengatakan, kegiatan edukasi ini dilakukan supaya masyarakat memahami pentingnya melakukan pengecekan kesehatan secara rutin. Sehingga, masyarakat bisa mengetahui secara dini kondisi kesehatan tubuhnya.

“Banyak masyarakat yang merasa sehat karena bisa bekerja dengan baik, tapi tidak tahu pasti kondisi sebenarnya kesehatan di dalam tubuhnya, termasuk kejiwaannya, padahal banyak sekali yang perlu diperiksa,” ucapnya.

Oleh karena itu, kata Toni, dengan kegiatan Posbindu yang diadakan oleh DKK Kudus ini diharapkan, masyarakat bisa lebih waspada tentang kondisi kesehatannya. Sehingga, mereka bisa mengetahui harus ke mana dan tata caranya seperti apa untuk melakukan pengecekan kesehatan.

“Kami tidak memaksa, tapi kalau mereka memahami kondisi kesehatannya pasti nanti mereka akan mendaftar sendiri untuk pengecekan kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Manager Health Safety Environment PT Nojorono, T Sugiyanto melalui Manager Secondary Manufacturing, Dedy A Wibowo mengatakan total sudah ada 944 karyawan yang melakukan cek kesehatan dalam Posbindu yang diadakan DKK Kudus tersebut.

Posbindu ini pun sudah dilakukan selama tiga hari di PT Nojorono, yakni pada tanggal 31 Mei, 21 Juni, dan 28 Juni 2022.

“Kami berencana untuk mengecek kondisi kesehatan seluruh karyawan nanti, jadi mungkin masih akan berlanjut kegiatan ini. Tapi kami tetap menunggu dari pihak DKK Kudus nanti seperti apa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan SEO Analizer atau pengecekan kondisi paru-paru. Mengingat perusahaannya merupakan pabrik rokok dan banyak perokok aktif.

“Respon karyawan pun cukup positif karena mereka bisa mengecek kondisi kesehatan di kantor. Jadi, bisa melihat kondisi awal kesehatan tubuhnya agar lebih waspada,” jelasnya. (Lingkar Network | Nisa Hafizhotus Syarifa – Koran Lingkar)