Pemkab Grobogan Komitmen Alokasikan Anggaran unuk Pekerja Migran

SIMBOLIS: Ketua BP2MI Benny Rhamdani didampingi Bupati Grobogan Sri Sumarni (paling kiri) saat menyerahkan wayang kulit kepada Dalang Ki Sigit Ariyanto di Alun-Alun Purwodadi. (Muhamad Ansori/Lingkarjateng.id)

SIMBOLIS: Ketua BP2MI Benny Rhamdani didampingi Bupati Grobogan Sri Sumarni (paling kiri) saat menyerahkan wayang kulit kepada Dalang Ki Sigit Ariyanto di Alun-Alun Purwodadi. (Muhamad Ansori/Lingkarjateng.id)

GROBOGAN, Lingkarjateng.idPemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan memperingati Hari Pekerja Migran Internasional dengan menggelar penampilan seni wayang kulit dengan Dalang Ki Sigit Ariyanto di Alun-Alun Purwodadi, Kabupaten Grobogan.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Wakil Bupati Gambang Pujiyanto, Forkopimda, para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), serta pejabat terkait lainnya.

Bupati Grobogan, Sri Sumarni, mengucapkan terima kasih karena Kabupaten Grobogan telah ditunjuk menjadi salah satu tuan rumah Kegiatan Peringatan Hari Pekerja Migran Internasional Tahun 2022. Pasalnya, sesuai dengan data terdapat sekitar 3.000 warga Kabupaten Grobogan terdaftar sebagai Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Tahun 2022 yang bekerja di luar negeri.

Menurutnya, PMI merupakan penyumbang penerimaan negara kedua terbesar setelah penerimaan devisa dari sektor migas.

Oleh karena itu, PMI sering disebut sebagai Pahlawan Devisa Negara karena telah memberikan kontribusi terhadap devisa negara.

“Salah satu wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Grobogan kepada CPMI, antara lain adalah dengan mengalokasikan anggaran di tahun 2022 untuk pelatihan CMPI. Disamping itu juga memberikan bantuan kepada PMI asal Grobogan, manakala terjadi permasalahan di tempat kerja, sampai upaya pemulangan ke tanah air,” ungkap Bupati Sri Sumarni.

Peringatan Hari Pekerja Migran Internasional pada malam hari itu dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit dengan lakon Wahyu Nugroho Jati. Di mana lakon ini memberikan gambaran bahwa PMI sebagai bagian dari rakyat yang telah mempertaruhkan jiwa raga dan tenaganya untuk membantu kemakmuran Negara Indonesia.

Sementara itu, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan bahwa jumlah PMI yang bekerja di luar negeri menurut data SISKOP2MI BP2MI periode 2007 hingga 15 Oktober 2022 berjumlah 4.541.766. Di sisi lain, menurut Survei Bank Dunia, jumlah PMI di luar negeri berjumlah 9 juta orang. Artinya, sebanyak 4,5 juta orang tidak terdata (tidak resmi).

“Khusus penempatan PMI asal Jawa Tengah telah ditempatkan sebanyak 962.359 orang PMI, menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi terbesar ketiga yang menjadi Kantong PMI terbesar di Indonesia. Di mana, untuk Kabupaten Grobogan sendiri merupakan Kabupaten terbesar keenam se-Jawa Tengah dengan jumlah 44.859 PMI yang telah ditempatkan ke negara-negara seperti Hongkong, Taiwan ,Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan,” ujar Benny. (Lingkar Network | Muhamad Ansori – Koran Lingkar)