Inovasi CME, Pemkab Demak Raih Penghargaan dari Kemenkominfo

SIMBOLIS: Bupati Demak, Eisti'anah, menerima penghargaan dari Kementerian Teknologi dan Informatika (Kominfo) RI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Kamis, 1 Desember 2022. (Tomi Budianto/Lingkarjateng.id)

SIMBOLIS: Bupati Demak, Eisti'anah, menerima penghargaan dari Kementerian Teknologi dan Informatika (Kominfo) RI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Kamis, 1 Desember 2022. (Tomi Budianto/Lingkarjateng.id)

DEMAK, Lingkarjateng.idPemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak mendapat penghargaan dari Kementerian Teknologi dan Informatika (Kemenkominfo) RI atas implementasi program smart city terbaik kategori smart living dengan inovasi aplikasi CME (Cengkraman Mata Elang).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Demak, Eisti’anah, pada seminar dan pameran gerakan menuju smart city di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada Kamis, 1 Desember 2022.

Kepala Puskesmas Bonang II, Indah Kusumawati, yang juga sebagai inisiator smart living tersebut menyampaikan bahwa Cengkraman Mata Elang (CME) merupakan suatu inovasi yang bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

“CME tersebut merupakan hasil dari analisa akar masalah yang saya kumpulkan. Ternyata tingginya angka kematian ibu dan bayi di Kecamatan Bonang, karena banyak ibu hamil yang tidak terdeteksi di awal. Jadi tau-tau dia sudah akan melahirkan, padahal dia mempunyai risiko tinggi. Ini kan yang akhirnya mengakibatkan kematian ibu dan bayi,” jelasnya.

Ia mengatakan, inovasi CME dimulai pada tahun 2017 yang pelaporannya masih menggunakan aplikasi Whatsapp. Tahun 2019 baru mulai ada aplikasi CME dan menjadi aplikasi inovasi daerah.

“Tahun 2016 kita kan ada angka kematian ibu tiga dan kematian bayi ada 7, kemudian di tahun 2018 langsung tidak ada angka kematian ibu, di 2019 tidak ada kematian ibu dan juga kematian bayi menjadi 2. Perubahan itu diketahui oleh Dinas Kesehatan dan didengar juga oleh Kominfo. Kebetulan Kabupaten Demak tahun 2019 kemarin menjadi 100 kabupaten/kota pintar se-Indonesia. Dan di tahun 2019 itu akhirnya kami dibantu oleh Kominfo untuk membuat aplikasi yang sekarang disebut aplikasi CME,” jelasnya.

CME, Aplikasi Deteksi Dini Stunting dan Pantau Ibu Hamil di Demak

Sementara itu, Bupati Demak, Eisti’anah, menyampaikan bahwa membangun smart city memerlukan waktu yang panjang, bahkan dalam masterplan sampai tahun 2030. Perlu adanya dukungan semua stakeholder, pembiayaan yang memadai dan keikutsertaan masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi khusus bagi kami. Terima kasih untuk semua. Semoga Penghargaan ini menjadi momentum untuk menjadikan Demak lebih maju dan sejahtera. Sekali lagi mari kita terus bergiat semoga CME dapat memberikan spirit,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini, menyampaikan bahwa era disrupsi jadi momentum untuk membangun interaksi yang lebih produktif. CME merupakan ikhtiar agar layanan kesehatan, khusus ibu hamil dapat tertangani.

“Kami berharap optimalisasi IT menjadi jalan keluar sekaligus memberi nilai tambah,” ungkapnya. (Lingkar Network | Tomi Budianto – Koran Lingkar)