Bentuk Karakter Pancasila, Sekolah di Kudus Optimis Ikuti Sekolah Penggerak

Bentuk-Karakter-Pancasila,-Sekolah-di-Kudus-Optimis-Ikuti-Sekolah-Penggerak

FOTO BERSAMA: Sejumlah kepala sekolah yang lolos dalam program Sekolah Penggerak melakukan foto bersama saat penyerahan bantuan laptop di PBG beberapa waktu lalu. (Nisa Hafizhotus Syarifa/Lingkarjateng.id)

KUDUS, Lingkarjateng.id – Sebanyak 33 sekolah di Kabupaten Kudus sudah dipastikan akan mengikuti program Sekolah Penggerak. Sekolah-sekolah tersebut pun mengaku optimis bisa mengikuti pendampingan program Sekolah Penggerak dengan baik.

Salah satu sekolah yang lolos dalam program sekolah penggerak yakni SD 1 Jati Wetan. Pihak sekolah mengaku tidak menyangka bisa lolos dalam program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) tersebut.

Kepala Sekolah SD 1 Jati Wetan Redjeki Handayani menyampaikan, pihaknya sebelumnya tidak mengira akan lolos dalam program Sekolah Penggerak. Setelah mengikuti dua tahapan seleksi, pihaknya dinyatakan lolos dalam program tersebut.

Sekolah Penggerak di Kudus Terima Bantuan Laptop dari Djarum Foundation

“Kami saat sudah diumumkan lolos itu sangat bangga sekali. Apalagi ini kan program se-Indonesia. Dari Kecamatan Jati sendiri yang diterima hingga tahap dua hanya tiga sekolah,” ujarnya.

Pendampingan Sekolah Penggerak nantinya akan dilakukan mulai dari tanggal 10 Mei 2022 sampai 16 Juni 2022. Kegiatan pendampingan tersebut akan dilakukan secara daring dan luring.

Handayani menyebut, dengan mengikuti Sekolah Penggerak diharapkan bisa membentuk diri anak sesuai dengan enam profil karakter pancasila. Diantaranya yaitu berakhlak mulia, mandiri, bergotong royong, berkebhinekaan global, bernalar kritis, dan kreatif.

“Harapannya setelah mengikuti Sekolah Penggerak bisa menjadikan anak sesuai dengan enam profil karakter pancasila. Ini seperti yang diungkapkan Pak Menteri,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Handayani, setelah mengikuti program sekolah penggerak ini diharapkan bisa meningkatkan prestasi pihak sekolah. Baik di bidang akademik maupun non akademik.

“Kami juga berharap dengan mengikuti sekolah penggerak ini bisa lebih memajukan sekolah menjadi lebih baik. Sehingga bisa semakin diakui oleh masyarakat karena sudah masuk sebagai sekolah penggerak,” tuturnya.

Untuk diketahui, pihak sekolah sebelumnya mendapatkan bantuan laptop dari Djarum Foundation. Bantuan laptop tersebut nantinya akan digunakan untuk mengikuti pendampingan sekolah penggerak yang kebanyakan dilakukan secara daring.

“Bantuannya sangat membantu sekali, laptopnya bagus, speknya bagus, dan memang khusus digunakan untuk sekolah penggerak,” kata dia. (Lingkar Network | Nisa Hafizhotus Syarifa – Koran Lingkar)