Bangun Pabrik Pipa di KITB Batang, Jokowi: Indonesia Tak Perlu Impor Lagi

MERESMIKAN: Presiden RI, Joko Widodo saat meresmikan pembangunan pabrik pipa di KITB Batang pada Senin, 3 Oktober 2022. (Istimewa/Lingkarjateng.id)

MERESMIKAN: Presiden RI, Joko Widodo saat meresmikan pembangunan pabrik pipa di KITB Batang pada Senin, 3 Oktober 2022. (Istimewa/Lingkarjateng.id)

BATANG, Lingkarjateng.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Indonesia tak perlu lagi mengimpor kebutuhan pipa. Pasalnya Indonesia akan segera punya pabrik pipa yang berada di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.

Hal tersebut disampaikan Jokowi usai meletakkan batu pertama pembangunan PT Wavin di KITB Batang pada Senin, 3 Oktober 2022. Nantinya pabrik pipa terbesar asal Belanda itu akan dibangun di atas lahan seluas 20 hektar.

“Kalau dulu kita impor pipa, tapi setelah pabrik Wavin dibangun di Batang, sudah tidak perlu impor lagi,” ujarnya.

Selain itu, dengan dibangunnya pabrik tersebut Jokowi juga memastikan ke depan akan bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat lokal.

“Saya pastikan 90 persen tenaga kerja yang diserap adalah warga lokal. Apalagi di Batang sudah ada sejumlah perusahaan, yang sedang dalam proses pembangunan diantaranya pabrik kaca, baterai mobil listrik, alat-alat kesehatan, dan pabrik pipa Wavin yang baru saja dimulai pengerjaannya,” tegasnya.

Jokowi berharap setelah dibangunnya pabrik tersebut bisa mencukupi kebutuhan pipa dalam negeri serta pasar ekspor hingga ke negara-negara Asia Pasifik. Investasi apapun akan diintensifkan karena dapat membantu pertumbuhan perekonomian di Indonesia.

“Manfaat lain bisa memberikan perimaan pada negara, baik melalui pajak maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta pajak dari karyawan, dan mendukung peningkatan perekonomian daerah  maupun negara,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengapresiasi atas kepercayaan yang diberikan Wavin B.V dan Orbia kepada Indonesia.

“Itu disebabkan stabilitas ekonomi dan politik Indonesia yang baik. Meskipun dunia dalam posisi krisis finansial, tapi Indonesia masih dipercaya sebagai tempat investasi perusahaan – perusahaan besar,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan, berkat pendekatan yang dilakukan secara intensif perusahaan Wavin memilih Indonesia untuk memperluas jaringan.

“Pabrik yang akan dibangun di KITB termasuk yang terbesar karena produknya tidak hanya diekspor ke Asia Pasifik, tapi juga ke Eropa,” tutupnya. (Lingkar Network | Lingkarjateng.id)