Angin Puting Beliung Sapu 5 Desa di Pati, 209 Rumah Rusak

MEMPERBAIKI: Warga dibantu anggota TNI memperbaiki rumah yang diterjang angin putting beliung di Kecamatan tayu Pati pada pada Rabu, 30 November 2022. (Arif Febriyanto/Lingkarjateng.id)

MEMPERBAIKI: Warga dibantu anggota TNI memperbaiki rumah yang diterjang angin putting beliung di Kecamatan tayu Pati pada pada Rabu, 30 November 2022. (Arif Febriyanto/Lingkarjateng.id)

PATI, Lingkarjateng.idAngin puting beliung memporakporandakan ratusan rumah di sejumlah desa di Kabupaten Pati pada Rabu, 30 November 2022. Di antaranya di Desa Bulungan, Desa Pundenrejo, Desa Tayu Wetan, Desa Dororejo, dan Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu.

Kapolsek Tayu, Iptu Aris Priatianto menjelaskan bahwa angin puting beliung terjadi sekira jam 12.00-13.00 siang. Selain rumah warga, tempat ibadah dan sekolah juga rusak akibat terpaan angin yang cukup kencang.

“Kejadian angin puting beliung ini mengakibatkan kerusakan pada atap rumah warga, sekolah, balai desa, dan mushola,” ucap Iptu Aris saat dikonfirmasi.

Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

RUSAK PARAH: Rumah rusak di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati akibat diterjang angin puting beliung pada pada Rabu, 30 November 2022. (Arif Febriyanto/Lingkarjateng.id)

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun akibat angin puting beliung yang melanda lima desa itu, kerugian ditaksir mencapai Rp 312 juta,” tambahnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, Desa Bulungan terdapat 17 rumah dan 3 tempat penggilingan padi yang rusak dengan kerugian ditaksir Rp 67 juta. Sementara itu di Desa Pundenrejo, 36 rumah rusak ringan dan 1 rumah roboh dengan kerugian ditaksir Rp 87 juta.

Di Desa Dororejo, 33 rumah warga rusak dengan kerugian mencapai Rp 35 juta. Desa Sambiroto sebanyak 57 rumah warga dan sebuah mushola juga rusak, kerugian mencapai 100 juta. Dan di Desa Tayu Wetan, sebanyak 65 rumah warga rusak ringan dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 35 juta.

Petugas kepolisian bersama TNI, relawan dan warga kemudian membersihkan puing-puing atap rumah dan dahan pohon yang berserakan. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Lingkarjateng.id)