SEMARANG, Lingkarjateng.id – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu sekaligus Bunda PAUD Jawa Tengah (Jateng), Nawal Arafah Yasin, menjalin kolaborasi dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) guna memperkuat layanan kesehatan mental di Posyandu dan satuan pendidikan anak usia dini (PAUD).
Rencana kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi Nawal bersama jajaran Fakultas Psikologi Undip yang dipimpin Dekan Prof Dian Ratna Sawitri. Dalam pertemuan itu, Nawal memaparkan sejumlah program prioritas serta peluang sinergi yang difokuskan pada penguatan Posyandu dan peningkatan mutu layanan PAUD di Jawa Tengah.
Nawal menegaskan, keterlibatan kalangan akademisi dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan program TP Posyandu dan Bunda PAUD, terutama pada aspek kesehatan mental. Kolaborasi ini sekaligus melanjutkan kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sebelumnya telah ditandatangani Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan Rektor Undip dalam rangka pembangunan daerah.
“Hari ini kita melakukan diskusi dan penjajakan kerja sama dengan Fakultas Psikologi Undip. Fokus kita adalah untuk mengembangkan program-program di Bunda PAUD dan Posyandu,” katanya usai audiensi di Ruang Rapat Fakultas Psikologi Kampus Undip Tembalang, Jumat, 23 Januari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Nawal menyampaikan sejumlah bentuk kerja sama yang berpotensi dikembangkan. Pada layanan Posyandu, kolaborasi diarahkan pada peningkatan kapasitas kader, penyuluhan serta rehabilitasi trauma pascabencana, hingga layanan konseling dan pemulihan psikologis bagi perempuan, anak, serta penyandang disabilitas korban kekerasan.
Adapun di sektor PAUD, Fakultas Psikologi Undip diharapkan berperan dalam peningkatan kapasitas guru terkait tumbuh kembang dan kesehatan mental anak, penyuluhan bagi orang tua mengenai pengasuhan anak usia dini, serta pendampingan pemulihan psikologis bagi anak PAUD korban kekerasan dan perundungan.
Nawal menilai penguatan layanan kesehatan mental menjadi kebutuhan mendesak seiring kompleksitas persoalan anak saat ini. Program tersebut juga selaras dengan pengembangan Posyandu 6 Standar Pelayanan Masyarakat (SPM) yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum.
“Kita butuh sekali untuk bagaimana pembuatan modul, peningkatan kapasitas, kemudian di Posyandu nantinya paling tidak itu kita melakukan (menghadirkan) layanan kesehatan mental,” ungkap istri Wakil Gubernur Jateng itu.
Ia menambahkan, hasil pertemuan awal ini akan ditindaklanjuti dengan pembahasan teknis hingga penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pokja Bunda PAUD dan TP Posyandu Jawa Tengah dengan Fakultas Psikologi Undip.
“Nanti kita akan melakukan asesmen terlebih dahulu secara konkretnya bagaimana, kita akan melakukan diskusi-diskusi lebih lanjut untuk kita tanda tangani PKS dengan Fakultas Psikologi Undip,” beber Nawal.
Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi Undip, Prof Dian Ratna Sawitri, menyatakan kesiapan institusinya untuk mendukung penguatan layanan kesehatan mental di Posyandu dan PAUD Jawa Tengah. Ia berharap kerja sama yang terbangun dapat berlangsung berkelanjutan, khususnya di bidang psikologi keluarga, kesehatan mental, psikologi perkembangan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Fakultas Psikologi Undip juga siap mengerahkan sumber daya manusia profesional untuk mendukung peningkatan kapasitas guru PAUD dan kader Posyandu, pendampingan siswa berkebutuhan khusus, pemulihan kesehatan mental di wilayah terdampak bencana, serta pendampingan anak di layanan penitipan anak.
“Senang sekali Bu Nawal bisa hadir pada kegiatan ini bersama tim, ke depan kami harapkan terjalin kerja sama lebih erat,” harap Prof Dian.
Sumber: Humas Pemprov Jateng
Editor: Rosyid

































