KABUPATEN SEMARANG, Lingkarjateng.id – Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengungkapkan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Semarang mendapat predikat terbaik kedua se-Jawa Tengah.
Ngesti juga mengatakan MPP Kabupaten Semarang meraih peringkat enam se-Indonesia di tahun 2023, kemudian masuk nominasi sembilan besar MPP terbaik nasional.
Meski mendapatkan penilaian yang bagus, namun Ngesti menyebut lambatnya jaringan internet menjadi kendala pelayanan di MPP Kabupaten Semarang.
Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan rombongan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Komisi II DPR RI di MPP Kabupaten Semarang pada Rabu, 17 September 2025.
“Di Kabupaten Semarang ini banyak sekali pegunungan, sehingga jaringan internet di sini belum optimal, meski sudah menggunakan wifi,” jelasnya.
Pihaknya pun diberikan saran oleh Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI, Mohammad Toha, agar pemerintah menjalin koordinasi dengan provider internet untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Tadi kami disarankan untuk melakukan koordinasi lintas steakholder dengan provider-provider internet yang ada,” katanya.
Pada kesempatan itu Ngesti juga sempat mengusulkan pemasangan fiber optic untuk menyelesaikan kendala jaringan internet di MPP Semarang.
“Sudah kami usulkan tadi untuk bisa dipasang fiber optic kepada Pimpinan Komisi II DPR RI, semoga bisa segera ditindaklanjuti,” ucapnya.
Meski masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki, Ngesti menyebut Pemkab Semarang berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan publik.
“Semoga ini bisa membuat kami semua di Pemda Kabupaten Semarang bisa meningkatkan terus pelayanan publik yang ada, dan yang kurang-kurang bertahap akan kami perbaiki. Untuk itu kami harapkan bantuan baik dari pemerintah pusat dan provinsi, termasuknya dari kami bertahap yang kurang kita benahi,” tandasnya.
Di sisi lain Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI, Mohammad Toha, mengapresiasi kualitas dan kelengkapan pelayanan di MPP Semarang yang sudah mencakup semua instansi.
Namun, ia memberikan catatan agar masalah jaringan internet dan infrastruktur dasar pelayanan lebih ditingkakan lagi.
“Karena MPP itu yang utama adalah pelayanan, sehingga hal-hal dasar pada pelayanan ini harus diperhatikan untuk ditingkatkan. Tadi, saya lihat di salah satu stand saat melayani warga, petugas ini harus menyambungkan dulu ke jaringan internet, sehingga infrastruktur khususnya pada jaringan internet ini juga harus segera dilakukan perbaikan,” bebernya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan agar pemerintah dapat menyeimbangkan pelayanan publik dengan sumber daya manusia yang mumpuni usai melihat pelayanan di MPP.
“Bahkan saya sudah mewanti-wanti kepada seluruh ASN se-Jawa Tengah bahwa secanggih apapun pelayanan-pelayanan kita melalui medsos, lalu akun-akun lain sebagainya, tapi yang paling utama adalah manusianya atau sumber daya manusia yang kita miliki,” tuturnya.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Ulfa


































