SALATIGA, Lingkarjateng.id – Sejumlah mahasiswa dari berbagai elemen organisasi menggelar aksi demonstrasi di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga, Senin, 9 Februari 2026. Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan Wali Kota Salatiga Robby Hernawan dan sejumlah kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat.
Massa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Salatiga datang dengan membawa spanduk, poster, serta bendera organisasi. Di antaranya terlihat bendera HMI, GMNI, IMM, dan KAMMI berkibar di halaman kantor pemkot.
Berbagai tulisan bernada kritik tampak di spanduk yang dibentangkan. Antara lain bertuliskan “Salatiga Darurat Sampah”, “Kalian Itu Pelayan”, “Stop Poya-Poya Pakai Uang Rakyat”, “Stop Main Raja – Rajaan”, hingga “Kami Lapar Keadilan Bukan Janji”. Selain itu, ada pula poster bertuliskan “Walikota vs Rakyat Salatiga” dan “Tunda Kenaikan Retribusi Sampah”.
Mereka bergantian menyampaikan orasi dengan pengawalan aparat keamanan. Dalam tuntutannya, mahasiswa menyoroti dugaan gaya kepemimpinan yang dianggap otoriter dan tidak membuka ruang partisipasi publik. Mereka menyerukan penghentian pola kepemimpinan yang disebut ala raja serta meminta pemerintah kota lebih terbuka terhadap kritik dan aspirasi warga.
Selain itu, massa juga memprotes rencana maupun kebijakan yang dinilai sebagai pemborosan anggaran, termasuk pengadaan mobil dinas. Mereka mendesak agar anggaran daerah diprioritaskan untuk kebutuhan layanan publik dan kesejahteraan masyarakat, bukan untuk fasilitas pejabat.
Isu lain yang mengemuka dalam aksi tersebut adalah tuntutan realisasi hak guru secara tunai, serta dorongan transparansi layanan dasar seperti PDAM dan pengelolaan sampah. Mahasiswa juga meminta kenaikan retribusi sampah ditunda karena dinilai belum diikuti solusi konkret di lapangan.
“Menurut kajian kami, pemborosan anggaran sangat tidak mencerminkan sikap pro rakyat. Stop, foya-foya pakai uang rakyat,” kata salah seorang mahasiswa di tengah aksi.
Aksi berlangsung dengan orasi bergantian dari perwakilan organisasi mahasiswa. Mereka berharap pemerintah kota segera memberikan respons dan membuka dialog atas tuntutan yang disampaikan.
Menanggapi tuntutan mahasiswa, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menyatakan, dirinya sudah mendengarkan semua yang disampaikan para demonstran. Hal-hal yang positif dari tuntutan yang disampaikan mahasiswa akan ditampung untuk perbaikan.
“Apapun yang kita lakukan wali kota, wakil wali kota dan semua OPD (organisasi perangkat daerah) itu, untuk kepentingan rakyat. Apabila belum ada kepuasan dari beberapa komunitas, itu merupakan hal yang wajar. Itu adalah dinamika dalam proses pembangunan,” ujar Robby saat menemui para demonstran di depan pintu gerbang Kantor Pemkot Salatiga.
Dari beberapa hal yang disampaikan para mahasiswa, kata Robby, memang harus dikomunikasikan secara intensif antara mahasiswa dengan Pemkot Salatiga.
“Silahkan, wali kota terbuka untuk dialog. Semua yang kalian tuntut itu, sudah dalam progres kami,” kata Robby.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar S































