KENDAL, Ligkarjateng.id – Kompetisi Liga 4 Jawa Tengah antara Perik Kendal melawan Persikama Magelang yang digelar di Stadion Utama Kebondalem, Kabupaten Kendal, Rabu 20 Januari 2026 sore berakhir dengan kericuhan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kericuhan terjadi setelah wasit meniup peluit panjang tanda laga usai. Para suporter turun ke lapangan diduga dipicu oleh ketidakpuasan suporter terhadap sejumlah keputusan wasit yang dinilai merugikan Persik Kendal sepanjang pertandingan.
Aparat keamanan yang berjaga langsung bergerak cepat untuk mengendalikan situasi dan mengamankan area lapangan. Suporter yang sempat masuk ke area pertandingan berhasil dipukul mundur agar tidak terjadi bentrokan lebih lanjut.
Dalam laga kandang tersebut, Persik Kendal harus mengakui keunggulan Persikama Magelang dengan skor tipis 2-1.
Salah seorang penonton, Agus menilai ketegangan terjadi karena para suporter Persik Kendal yang tidak terima dengan keputusan wasit.
“Banyak yang tidak puas dengan keputusan wasit. Emosi suporter sulit dikontrol sampai akhirnya bentrok dengan polisi,” ujarnya.
Manager Persik Kendal, Rusmono Rudi Nuryawan yang akrab disapa Wawan mengaku kecewa atas pencapaian skor Persik Kendal kali ini. Namun demikian ia menyebutkan bahwa Persik Kendal telah lolos di babak 16 besar Liga 4 Jawa Tengah.
“Saya tentunya kecewa dengan hasil ini. Tetapi bersyukurnya dengan poin yang sudah kita dapatkan, kita sudah lolos di babak 16 besar,” terang Wawan.
Terkait kericuhan yang terjadi, ia mengimbau agar para suporter Persik Kendal dapat menjaga kondusivitas dan tidak turun ke lapangan selama pertandingan berlangsung.
“Harapannya para suporter juga tidak sampai masuk ke lapangan. Tapi memang menurut kami tadi ada beberapa keputusan wasit yang sangat disayangkan sebetulnya ya. Ya walaupun menurut wasit itu benar, itu yang memicu keamaran penonton,” ujarnya.
Ditambahkan, Persik Kendal akan kembali berlaga melawan Persipur Purwodadi di Stadion Utama Kebondem Kendal, Minggu 15 Januari 2026. Untuk itu pihaknya akan melakukan evaluasi dan menyiapkan antisipasi agar kericuhan tidak terulang kembali.
“Nanti saya evaluasi ini, kita tidak ingin hal-hal yang tidak baik terjadi di sini,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar S
































