SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga merevitalisasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) sebagai wajah baru ekonomi kreatif daerah.
Sebagai langkah awal, Pemkot Salatiga segera membentuk tim kurasi untuk menilai produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) sesuai standar kualitas.
Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kota Salatiga, Agung Hendratmiko, menyatakan pihaknya telah menyiapkan surat keputusan pembentukan tim kurasi.
“Pada tahap awal, sebanyak 30 perusahaan atau UKM akan diseleksi berdasarkan indikator terukur,” kata Agung, Selasa, 24 Februari 2026.
Penilaian dilakukan dengan komposisi kualitas produk 30 persen, desain dan inovasi 25 persen, kearifan lokal 15 persen, daya saing pasar 20 persen, serta legalitas dan branding 10 persen. Skema ini dirancang agar produk yang tampil benar-benar representatif. Sebab
Pemkot Salatiga ingin memastikan produk yang dipajang bukan sekadar layak jual, tetapi juga memiliki identitas dan daya saing kuat.
“Produk yang lolos kurasi akan segera kita tampilkan di Dekranasda, terutama menyambut agenda Apeksi. Ini momentum penting untuk menunjukkan potensi Salatiga,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menegaskan Dekranasda bukan sekadar ruang pajang, tetapi simbol kualitas ekonomi kreatif kota. Ia menilai peran kurator sangat penting sebagai penjaga standar mutu.
“Wajah ekonomi kreatif kota akan tercermin dari Dekranasda. Karena itu, pengendalian kualitas menjadi kunci agar produk yang ditampilkan benar-benar siap bersaing,” tegasnya.
Robby juga memastikan pemerintah akan melakukan renovasi gedung secara efisien. Menurutnya, bangunan Dekranasda masih layak digunakan dan memiliki nilai historis, sehingga revitalisasi difokuskan pada penguatan fungsi dan manajemen.
Ketua Dekranasda Salatiga, Retno Robby Hernawan, mengatakan pihaknya siap menghidupkan kembali peran Dekranasda sebagai etalase produk unggulan daerah. Momentum kunjungan tamu dalam waktu dekat dinilai sebagai peluang strategis.
“Idealnya kurator adalah profesional bersertifikat, namun tahap awal ini kita libatkan pelaku UKM berpengalaman yang pernah melalui kurasi profesional. Bagi yang belum lolos, akan tetap kita dampingi agar kualitasnya meningkat,” katanya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa






























