KUDUS, Lingkarjateng.id — Di tengah maraknya penggunaan gadget di kalangan pelajar, SMP 1 Dawe memberikan contoh bagaimana sekolah dapat berperan aktif mengajak siswa menjalani aktivitas yang menyehatkan, mendidik, dan tetap menyenangkan.
Upaya kreatif dilakukan SMP 1 Dawe dalam rangkaian kegiatan classmeeting pada akhir tahun ajaran. Sekolah yang berlokasi di Kecamatan Dawe, Kudus ini menggelar Festival Layang-Layang sebagai salah satu cara untuk mengurangi kecanduan gadget di kalangan siswa.
Kepala SMP 1 Dawe, Ana Eqi Astuti menjelaskan bahwa pemilihan festival layang-layang ini bukan tanpa alasan.
“Anak-anak bisa berkreasi, berinteraksi, dan mengenang kembali permainan tradisional zaman dulu,” ujarnya pada Kamis, 12 Juni 2025.
Sebanyak 28 peserta dari kelas 7 dan 8 mengikuti festival ini. Setiap kelas mengirimkan dua wakil terbaiknya, namun siswa lain juga diperbolehkan ikut serta secara mandiri.
Kriteria penilaian meliputi kecepatan layang-layang terbang, kestabilan saat di udara, serta lamanya waktu terbang.
“Harapannya, mereka bisa menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan aktivitas fisik dan sosial,” tambah Ana.
Selain Festival Layang-Layang, rangkaian classmeeting diisi pula dengan berbagai lomba seperti modern dance, cipta poster, sepak bola, tarik tambang, hingga lomba kreatif pengolahan sampah menjadi barang bermanfaat (trash to treasure).
Ketua OSIS SMP 1 Dawe, Misda Eva Rahayu, turut menyambut antusias kegiatan ini.
“Menurut saya seru sekali. Kalau tahun depan diadakan lagi, kami sangat setuju. Dengan ikut festival seperti ini, kami jadi bisa mengurangi main gadget,” katanya.
Jurnalis: Mohammad Fahtur Rohman
Editor: Sekar S






























