Blora (lingkarjateng.id) – RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, Kabupaten Blora, mencatat peningkatan kunjungan pasien dalam dua hingga tiga tahun terakhir. Seiring penambahan tenaga medis, fasilitas, serta pengembangan layanan kesehatan.
Direktur RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, Wilys Yuniarti, mengatakan dalam tiga tahun terakhir rumah sakit tersebut menambah sejumlah sumber daya manusia (SDM), mulai dari dokter spesialis, dokter umum, hingga tenaga kesehatan lainnya.
Selain itu, sarana penunjang seperti alat kesehatan, fasilitas pelayanan, serta area parkir juga terus dilengkapi untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.
“Seiring bertambahnya layanan kesehatan, jumlah kunjungan pasien juga meningkat,” kata Wilys saat ditemui, Kamis (12/03/2026).
Berdasarkan laporan rapat Dewan Pengawas semester IV, kata dia, rata-rata kunjungan pelayanan rawat jalan meningkat hingga 39,1 persen.
Ia menjelaskan, jumlah kunjungan pasien rawat jalan meningkat dari 38.348 kunjungan pada 2023 menjadi 59.450 kunjungan pada 2024, dan kembali naik menjadi 72.770 kunjungan pada 2025.
Menurutnya, peningkatan tersebut didukung hadirnya sejumlah layanan baru, seperti poli jantung, THT, rehabilitasi medik, poli jiwa, poli mata, serta layanan hemodialisa.
“Dari berbagai layanan yang tersedia, poli penyakit dalam menjadi layanan yang paling banyak diminati masyarakat dengan 17.497 kunjungan pada 2025,” katanya.
Selain itu, jumlah pasien rawat inap juga meningkat dari 10.856 pasien pada 2023 menjadi 13.742 pasien pada 2024 dan 14.038 pasien pada 2025.
Kunjungan Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga menunjukkan tren peningkatan, dari 8.330 kunjungan pada 2023 menjadi 11.657 kunjungan pada 2024 dan 13.803 kunjungan pada 2025.
Ia menambahkan, indikator pelayanan rumah sakit juga menunjukkan capaian yang baik, di antaranya tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) sebesar 81,4 persen dengan rata-rata lama perawatan pasien atau Length of Stay (LOS) sekitar 3,5 hari.
Sementara itu, Turn Over Interval (TOI) tercatat 0,8 hari, Bed Turn Over (BTO) mencapai 85,2 kali, dan Net Death Rate (NDR) berada pada angka 18,2 per mil.
“Untuk menjaga kualitas pelayanan, rumah sakit menerapkan budaya kerja 5S dan 5R serta melakukan pemantauan mutu melalui uji kalibrasi alat kesehatan, pendidikan, serta pelatihan bagi tenaga medis,” ujarnya.
Ke depan, RSUD Cepu juga berencana menambah ruang rawat inap khusus pasien gangguan kejiwaan serta mempersiapkan penerapan standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dari pemerintah dengan target minimal 73 persen tempat tidur dapat memenuhi standar tersebut.***
Jurnalis : Eko Wicaksono Editor : Fian





























