DEMAK, Lingkarjateng.id – Kawasan wisata religi Makam Sunan Kalijaga di Kabupaten Demak mengalami lonjakan kunjungan menjelang bulan Ramadan. Hal ini diungkap Penjaga Buku Tamu Makam Sunan Kalijaga, Dimas Reza.
Dimas mengungkap peningkatan jumlah peziarah Makam Sunan Kalijaga selalu terjadi setiap menjelang Ramadan, terutama pada akhir pekan.
“Setiap mulai bulan Rajab dan Ruwah pasti ada peningkatan karena mendekati puasa. Apalagi kalau Sabtu dan Minggu, jumlah peziarah meningkat drastis,” katanya, Senin, 2 Januari 2026.
Ia menyebut rekor kunjungan tertinggi saat ini terjadi pada 30 Januari lalu saat rombongan besar dari Situbondo datang untuk berziarah.
“Kemarin tanggal 30 Januari itu ada rombongan dari Situbondo, totalnya itu 152 bus, hampir 8.000 orang. Penuh ini sini. Kalau nggak salah dari Pondok Pesantren Walisongo Situbondo,” ujarnya.
Menurut Dimas, lonjakan jumlah peziarah ini berdampak positif terhadap perekonomian warga sekitar, khususnya para pedagang di kawasan Makam Sunan Kalijaga.
“Alhamdulillah dengan ada peningkatan ini ya bisa memberi efek juga terhadap pedagang, banyak manfaat bagi pedagang,” katanya.
Dimas menjelaskan jam operasional bagi peziarah di Makam Sunan Kalijaga Demak secara umum dibuka selama 24 jam, dengan waktu istirahat pada saat pelaksanaan salat lima waktu.
Sementara untuk cungkup Makam Sunan Kalijaga hanya dibuka pada hari-hari tertentu, yakni Jumat Pon, Jumat Kliwon, dan Jumat Pahing, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
“Kalau jam operasional di makan ini dibuka selama 24 jam. Istirahat saat sholat 5 waktu, walaupun tengah malam masih tetap buka. Kalau untuk masuk ke cungkup makam eyang sunan itu hari hari tertentu,” jelasnya.
Dimas menambahkan lonjakan peziarah diperkirakan akan terus terjadi hingga H-1 Ramadan. Para peziarah diimbau untuk tetap menjaga sopan santun, kebersihan, dan mematuhi tata tertib selama berada di kawasan makam.
Salah seorang peziarah asal Wonosobo, Sumilih Lestari, mengatakan bahwa ziarah ke Makam Sunan Kalijaga merupakan agenda rutin tahunan jamaahnya. Ia bersama rombongan yang berjumlah 27 orang berangkat dari Wonosobo menggunakan dua unit mobil Hiace.
“Sebelum kesini ke Sayung dulu dan ke Masjid Agung Demak, kemudian kesini (Makam Sunan Kalijaga, red). Iya agenda rutin tahunan dari jamaah Yasin Al Ikhlas,” ujarnya, Minggu, 1 Februari 2026.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Tia






























