KENDAL, Lingkarjateng.id – Korban hanyut usai bermain air di aliran Sungai Bodri, Kabupaten Kendal akhirnya ditemukan oleh nelayan di wilayah Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon pada Senin, 9 Februari 2026 sekitar pukul 06.00 WIB.
Korban bernama Muhammad Efendi (36) warga Cepiring ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dekat muara Sungai Bodri yang berjarak kurang lebih 18 kilometer dari lokasi kejadian.
Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, Iwan Sulistyo membenarkan adanya penemuan sesosok jenazah manusia yang diduga kuat merupakan korban hanyut di Sungai Bodri.
“Kami menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 06.00 WIB. Dalam laporan itu disebutkan bahwa nelayan setempat menemukan jenazah yang mengapung di dekat muara yang jaraknya sekitar 18 kilometer dari tempat kejadian,” ungkap Iwan, Senin 9 Februari 2026.
Ia menyebutkan, untuk mencegah jasad terbawa arus sungai, nelayan kemudian mengikat jenazah korban menggunakan tali dan mengaitkannya ke pohon di sekitar lokasi penemuan.
“Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim BPBD Kabupaten Kendal segera bergerak menuju lokasi melakukan proses evakuasi menggunakan perahu nelayan,” terangnya.
Warga Cepiring Kendal Hilang Saat Arung Jeram di Sungai Bodri
Setelah tiba di darat, pihak keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut benar merupakan korban yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Bodri pada Sabtu, 7 Februari 2026.
“Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Patebon 1 untuk penanganan lebih lanjut,” tambahnya.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian orang hanyut di Sungai Bodri resmi dinyatakan ditutup.
Diketahui sebelumnya tiga warga Cepiring mengalami insiden kecelakaan saat bermain air menggunakan ban karet di aliran Sungai Bodri.
Namun naas ketiga korban hanyut setelah ban yang ditumpangi terbalik di aliran Kali Bodri sekitar bawah jembatan rel kereta api di Dukuh Kersan, Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon.
Dua korban Fitriyanto Bayu Irawan (29) dan Arif Kurniawan (49) berhasil menyelamatkan diri. Mereka berenang hingga terdampar di tengah pulau sungai dan di pinggir sungai dalam kondisi lemas dan langsung diberikan pertolongan oleh warga setempat dan dilarikan ke Puskesmas terdekat.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar S































