BLORA, Lingkarjateng.id – Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kelurahan Kunden, Kecamatan/Kabupaten Blora mulai menunjukkan perannya di tengah masyarakat. Koperasi yang dibentuk melalui Musyawarah Kelurahan Khusus (Muskelsus) itu sudah beroperasi sejak Agustus 2025.
Sejumlah unit usaha dijalankan, mulai dari penjualan gas LPG, Gerai Laku Pandai, Gerai Pospay, hingga budidaya ikan lele sistem bioflok.
Lurah Kunden, Fiqri Hidayat, mengatakan keberadaan koperasi tersebut tidak ditujukan untuk mematikan usaha warga yang lebih dulu ada. Justru sebaliknya, KKMP diharapkan menjadi penyeimbang harga dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
“Prinsipnya bukan mematikan usaha warga. Kita ingin membantu menstabilkan harga di masyarakat,” ujar Fiqri, Sabtu, 14 Maret 2026.
Salah satu yang paling terasa saat ini adalah penjualan gas LPG. Saat sejumlah toko eceran menjual gas dengan harga Rp23 ribu hingga Rp25 ribu per tabung, koperasi mampu menekan harga hingga Rp18 ribu.
Menurut Fiqri, langkah tersebut cukup membantu masyarakat, terutama ketika terjadi kelangkaan gas di pasaran.
“Di beberapa toko harganya bisa sampai Rp23 ribu sampai Rp25 ribu. Di koperasi, kita jual Rp18 ribu. Ini supaya harga tetap stabil dan masyarakat tidak terlalu terbebani,” jelasnya.
Selain usaha ritel, koperasi juga mulai mengembangkan sektor produksi melalui kolam bioflok ikan lele. Dalam waktu dekat KKMP Kunden bahkan bersiap melakukan panen perdana.
Rencananya, hasil panen tersebut akan disalurkan ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah menjalin kerja sama dengan koperasi.
Untuk mendukung distribusi, pihak kelurahan berharap adanya bantuan kendaraan operasional, dari program Koperasi Merah Putih.
“Secara prinsip kami sangat membutuhkan mobil truk maupun kendaraan roda tiga. Apalagi bulan depan kita panen lele dan harus mendistribusikan ke SPPG yang sudah bekerja sama,” katanya.
Namun, hingga saat ini KKMP Kunden belum memiliki gedung sendiri. Operasional koperasi masih menumpang di kantor Kelurahan Kunden.
“Kantor resmi koperasi belum ada. Untuk sementara masih menggunakan fasilitas di kantor kelurahan,” ungkap Fiqri.
Terkait rencana bantuan modal hingga Rp3 miliar untuk Koperasi Merah Putih, ia mengaku belum menerima arahan teknis. Ia memperkirakan bantuan tersebut nantinya mencakup pembangunan kantor dan gerai koperasi, pasokan bahan pokok, pupuk, hingga sarana transportasi.
“Kalau bantuan mobil truck kemungkinan ada, tapi kami belum mendapat informasi detail. KKMP posisinya hanya sebagai penerima,” pungkasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa






























