KENDAL, Lingkarjateng.id – Sebagai upaya memperkuat jaringan usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal terus berupaya memfasilitasi kegiatan kontak bisnis dengan sejumlah BUMN, salah satunya dengan PT Pertamina Patra Niaga.
“Kami Pemkab Kendal terus berupaya memperkuat jaringan usaha koperasi melalui fasilitasi kegiatan kontak bisnis dengan BUMN termasuk pada hari ini dengan Pertamina, dan insyaallah ke depannya juga dengan BUMN yang lain,” ujar Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, pada Rabu, 10 September 2025.
Bupati Tika menyebut langkah ini sangat penting agar KDKMP tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi memiliki mitra yang kuat dalam rangka mengembangkan usaha dan memperluas pasar.
“Kami dari Pemkab Kendal dan juga pemerintah desa memang berkewajiban untuk mendampingi dan melakukan pengawasan yang ketat agar KDKMP ini bisa berjalan sesuai harapan kita dan maju menjadi koperasi yang besar,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) Kendal, Toni Ari Wibowo, mengatakan dari 286 KDKMP yang sudah terbentuk di Kabupaten Kendal saat ini sudah ada 108 koperasi yang telah beroperasi atau sekitar 41 persen.
“Unit usaha terbanyak Laku Pandai untuk sementara ini kerja sama dengan Bank Jateng dan BRI. Kemudian ada toko kelontong dengan Bulog. Hampir semua BUMN ini menawarkan,” terangnya.
Adapun rencana kerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga ini nantinya koperasi desa/kelurahan akan menjadi subpangkalan yang menjual gas elpiji (LPG) 3 kilogram (kg) sesuai harga eceran tertinggi (HET).
“Jadi nanti teman-teman KDKMP menjualnya sesuai HET. Nah ini yang luar biasa harganya sesuai HET,” imbuh Toni.
Sales Brand Manager (SBM) VII PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Raditya Reviandi, menjelaskan saat ini pihaknya masih dalam tahap pendataan dan sosialisasi skema pekerjaan dan persyaratan terkait kerja sama bisnis berupa subpangkalan dengan KDKMP di Kendal.
“Nanti subpangkalan untuk gas elpiji 3 kilogram dan ada opsi untuk yang nonsubsidi. Sementara kita menawarkan, apabila mereka berminat kita data dan kita survei. Setelah itu baru kita tindak lanjut lagi,” pungkasnya.
Jurnalis: Arvian Maulana
Editor: Rosyid





























