PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Kodim 0710/Pekalongan mewacanakan keterlibatan aktif dalam pengelolaan sampah sebagai bagian dari dukungan terhadap gerakan lingkungan nasional.
Wacana tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Gerakan Lingkungan Bebas Sampah yang digelar di Aula Makodim 0710/Pekalongan, yang dihadiri perwakilan pemerintah kota pekalongan dan perwakilan pemerintah kabupaten Pekalongan, pada Rabu, 18 Februari 2026 pukul 09.00 WIB.
Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Kodim 0710/Pekalongan, Kapten Cpl Riswiharno, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tahap awal berupa sosialisasi yang dilaksanakan dengan mengikuti pemaparan melalui Zoom dari Kodam. Materi sosialisasi merujuk pada arahan Presiden RI terkait Gerakan Indonesia ASRI.
“Ini kaitannya dengan apa yang kemarin disampaikan Bapak Presiden tentang gerakan Indonesia ASRI, yakni aman, sehat, resik, dan indah,” ujar Riswiharno.
Ia menjelaskan, Kodam nantinya akan mengeluarkan perintah kepada satuan jajaran terkait pemanfaatan alat pembakaran atau pengolahan sampah. Namun, untuk saat ini, seluruh rangkaian kegiatan masih sebatas pengenalan dan penyamaan persepsi.
“Ini masih kegiatan awal, masih sosialisasi dulu. Nanti akan ada tindak lanjut,” katanya.
Terkait kesiapan di tingkat daerah, Riswiharno mengungkapkan bahwa di Kota Pekalongan sebenarnya telah tersedia tiga unit alat pengolahan sampah. Namun, ketiganya belum beroperasi sehingga pemanfaatannya dinilai belum maksimal.
“Belum maksimal, karena alat-alat itu sekarang tidak beroperasi,” ungkapnya.
Meski demikian, Kodim 0710/Pekalongan membuka peluang optimalisasi alat-alat tersebut ke depan. Soal perbaikan, bantuan, maupun pengadaan baru, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan atas.
“Masalah bantuan atau pengadaan itu belum tahu. Masih sebatas sosialisasi alat saja,” jelas Riswiharno.
Ia menambahkan, pengolahan sampah memiliki nilai manfaat yang luas, mulai dari bahan paving block hingga campuran material bangunan.
Untuk memastikan pemanfaatan berjalan optimal, ke depan juga direncanakan adanya pendampingan berupa tim pelatihan.
“Nanti ada semacam tim pelatihan untuk mengawal alat-alat itu,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar S




























