KUDUS, Lingkarjateng.id – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, ikut melakukan penilaian klarifikasi lapangan dalam lomba desa tingkat kabupaten tahun 2025.
Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, menjadi peserta lomba desa ketiga yang dilakukan klarifikasi lapangan pada Jumat, 2 Mei 2025.
Sebelumnya, Bupati dan Ketua TPP PKK Kabupaten Kudus juga melakukan klarifikasi lapangan di Desa Megawon, Kecamatan Jati, dan Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, pada Rabu, 30 April 2025 lalu.
Dalam kunjungannya kali ini, Bupati Sam’ani menekankan terkait inovasi produk kearifan lokal milik desa.
Dirinya mengapresiasi Desa Ngemplak yang telah berinovasi membuat produk-produk olahan makanan berbahan dasar ikan lele yang menjadi keunggulan di wilayah tersebut.
“Semoga inovasi kearifan lokal yang ada di Desa Ngemplak bisa menginspirasi wilayah lain untuk berkarya terus melalui UMKM,” ujarnya.
Menurutnya, lomba desa dan kelurahan dapat menjadi ajang untuk pengembangan potensi desa.
Sam’ani menjelaskan lomba desa tak hanya sebagai kompetisi, tapi ajang untuk mengidentifikasi kekayaan kearifan lokal yang ada.
“Sehingga bisa berkembang baik menjadi obyek wisata, maupun produk UMKM. Jika perekonomian menjadi meningkat, masyarakat sejahtera dan desa berdaya,” jelasnya.
Pihaknya juga berpesan agar bangunan sekolah SD yang terdampak regrouping dapat digunakan untuk Koperasi Merah Putih.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, memuji kekompakan masyarakat Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan.
“Mereka telah bekerja sama sehingga desa bisa menampilkan berbagai potensinya,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana, menyebutkan desa yang lolos tahap verifikasi lapangan dalam lomba desa kali ini di antaranya Desa Megawon, Kecamatan Jati; dan Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu.
Kemudian, Desa Soco, Kecamatan Dawe; Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo; Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae; dan Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan.
Sementara untuk lomba kelurahan tingkat kabupaten diikuti oleh Kelurahan Wergu Kulon, Mlatinorowito, dan Kerjasan yang ketiganya berasal dari Kecamatan Kota Kudus.
“Jadi untuk indikator penilaian ada beberapa, di antaranya terkait bidang pemerintahan, kewilayahan, kemasyarakatan, inovasi desa dan lain sebagainya,” ungkapnya. (Lingkar Network | Nisa Hafizhotus S. – Lingkarjateng.id)





























