DEMAK, Lingkarjateng.id – Tradisi membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an secara berjamaah dinilai tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga membentuk karakter sosial umat.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Demak, Zayinul Fata, di depan ribuan jamaah yang hadir dalam pengajian selapanan dan khotmil Qur’an Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Bonang, pada Selasa, 21 Januari 2026.
Menurutnya, Al-Qur’an harus diposisikan sebagai pedoman hidup yang tidak hanya dibaca, tetapi juga dihayati dan diamalkan bersama.
“Al-Qur’an adalah sumber ketenangan batin sekaligus pedoman sikap dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika dibaca secara berjamaah, di situlah nilai kesabaran, empati, dan kebersamaan dilatih dan dikuatkan,” ujarnya.
Ia menilai, kebiasaan membaca Al-Qur’an bersama-sama mengajarkan umat untuk saling menghargai proses, menjaga kekompakan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
“Dalam berjamaah, kita belajar menunggu, menyesuaikan diri, dan saling menguatkan. Nilai-nilai inilah yang sangat penting untuk membangun keluarga yang rukun dan masyarakat yang harmonis,” tuturnya.
Politisi dari Partai PKB itu juga mengapresiasi peran strategis Muslimat NU yang selama ini konsisten menjaga tradisi keagamaan sekaligus menjadi penggerak keteduhan sosial di lingkungan sekitar.
“Muslimat NU bukan hanya penjaga tradisi, tetapi juga pendidik karakter di tingkat keluarga. Dari ibu-ibu Muslimat inilah lahir generasi yang beriman, berakhlak, dan memiliki empati sosial,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan pengajian selapanan dan khotmil Qur’an memiliki nilai strategis dalam menjaga persatuan dan memperkuat solidaritas umat di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
“Ketika nilai-nilai Al-Qur’an hidup di tengah masyarakat, maka persatuan akan terjaga dan kehidupan sosial akan berjalan lebih sejuk,” tambahnya.
Zayinul Fata berharap Muslimat NU terus istiqamah menggelar kegiatan keagamaan dan menjadi teladan dalam membumikan ajaran Al-Qur’an di Kabupaten Demak.
“Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilanjutkan dan diperluas manfaatnya, agar Al-Qur’an benar-benar menjadi napas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” pungkasnya.
Jurnalis: M Burhanuddin Aslam
Editor: Sekar S

































