DEMAK, Lingkarjateng.id – Warga Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, berinisiatif memperbaiki jalan rusak yang kerap menyebabkan kecelakaan.
Perbaikan dilakukan menggunakan dana swadaya hasil penggalangan dari masyarakat dan para pengguna jalan. Jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan antardesa di Kecamatan Sayung hingga menuju wilayah Semarang. Kondisinya licin, rusak akibat lama terendam banjir, sehingga membahayakan pengendara, terutama saat musim hujan.
Salah seorang warga, Halim, mengatakan kerusakan jalan yang terus dibiarkan membuat warga akhirnya bergerak melakukan penggalangan dana melalui swadaya dari pengguna jalan.
“Jalan ini sudah lama rusak karena tergenang banjir. Akibatnya motor sering mogok dan banyak pengguna jalan jatuh. Karena itu, kami berinisiatif menggalang dana dari swadaya pengguna jalan untuk pengurukan,” ujarnya, Selasa, 24 Februari 2026.
Menurutnya, penggalangan dana untuk perbaikan jalan tersebut telah dimulai sejak Oktober 2025 lalu. Saat itu tingginya intensitas hujan membuat akses jalan tergenang dan memperparah kerusakan jalan.
“Jalan tersebut merupakan akses utama menuju sekolah serta jalur ekonomi warga, seperti pasar dan tempat kerja,” katanya.
Setelah dilakukan pengurukan menggunakan material padas, warga melanjutkan dengan pengecoran jalan pada Januari 2026. Menurut Halim, pengurukan saja belum cukup memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan karena permukaan yang tidak rata.
“Pengecoran ini murni dari swadaya pengguna jalan, tidak dari mana pun. Karena kalau hanya diuruk, pengguna jalan belum merasa aman,” katanya.
Secara keseluruhan, panjang jalan yang diperbaiki mencapai 300 meter. Pada tahap pertama dilakukan pengecoran sepanjang 200 meter, sedangkan tahap kedua direncanakan sepanjang 100 meter.
Halim mengakui, pihak pemerintah desa belum dapat sepenuhnya menangani perbaikan jalan tersebut mengingat kondisi desa secara umum juga terdampak banjir.
“Kami sadar pemerintah desa juga menghadapi banyak persoalan karena banjir melanda hampir seluruh wilayah. Makanya kami berinisiatif melakukan penggalangan dana swadaya ini,” tutupnya.
Warga berharap, upaya swadaya tersebut dapat menjadi solusi sementara demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat, sembari menunggu penanganan infrastruktur secara menyeluruh dari pemerintah.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid




























