REMBANG, Lingkarjateng.id – Masyarakat memadati rute tarnaval peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Rembang pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Peserta karnaval berjalan dari depan Stadion Krida melewati jalur strategis Jalan Pemuda, bundaran Pasar Rembang, Jalan Kartini dan berakhir di perempatan Alun-Alun Rembang.
Panggung kehormatan di Perempatan Jaeni menjadi titik pusat penyambutan para peserta.
Terdapat 45 barisan peserta karnaval yang terdiri dari perwakilan sekolah se-Kabupaten Rembang, organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN dan BUMD, instansi vertikal, serta komunitas masyarakat umum.
Karnaval juga dimeriahkan barisan Paskibraka, penari dan gamelan dari Sanggar Seni Galuh Ajeng, Putri Kuliner 3 Nasional, serta pertunjukan pewayangan.
Bupati dan Wakil Bupati Rembang serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga mengisi barisan karnaval dengan menaiki becak. Pilihan tersebut merupakan simbolis bahwa dalam perayaan ini pemerintah melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.
“Pak Bupati tadi dari stadion naik becak, Forkopimda naik becak bersama dengan kami, ya itu memang agar mengajak tukang becak, orang-orang kecil biar ikut memeriahkan, berpartisipasi dalam HUT RI ini,” ungkap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rembang, Sulistiyono, 30 Agustus 2025.
Meski digelar dengan persiapan yang cukup singkat, pelaksanaan karnaval berlangsung lancar dan kondusif. Sulistiyono pun mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang turut mendukung jalannya acara.
“Alhamdulillah, karnaval meskipun waktunya mendadak, berjalan dengan baik dan lancar, semoga sampai selesai tidak ada kendala. Alhamdulillah, partisipasi dari masyarakat, instansi terkait dan OPD luar biasa, meskipun dalam suasana kesederhanaan, tapi partisipasinya luar biasa,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Bupati Rembang, Hanies Cholil Barro’ menyampaikan karnaval ini merupakan agenda tahunan yang menjadi bagian penting dari rangkaian perayaan kemerdekaan, selain upacara dan malam tirakatan.
“Ya ini kan kegiatan tahunan, ya rutin. Selain upacara, ada tirakatan, karnaval. Ini menunjukkan (kami) memberikan salah satu hiburan untuk masyarakat. Selain itu, mengajak instansi-instansi untuk berpartisipasi dalam merayakan kemerdekaan. Terkhusus tahun ini dibalik rutenya, biasanya dari alun-alun ke stadion, ini dari stadion ke alun-alun,” terang Wabup Hanies.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Ulfa































