KUDUS, Lingkarjateng.id – Kakak beradik korban penusukan di Dukuh Bendo, Kelurahan Wergu Wetan, Kabupaten Kudus dilaporkan meninggal dunia.
Sang adik, DM, dinyatakan meninggal pada Minggu, 14 September 2025. Sementara sang kakak, DV, meninggal dunia pada Senin, 15 September 2025 pukul 09.30 WIB.
Insiden penusukan itu terjadi di rumah korban pada Minggu, 14 September 2025. Saat itu, DM sedang bersantai di luar rumah, tetapi tiba-tiba dihampiri dan ditusuk seorang pria berinisial AB usia sekitar 30 tahun.
DV yang mendengar adiknya diserang kemudian keluar rumah untuk menolong, tapi justru turut ditikam oleh pelaku. Usai ditusuk, DV sempat meminta pertolongan kepada warga.
Mengetahui insiden penusukan, warga kemudian mengevakuasi korban dan membawa keduanya ke rumah sakit agar segera mendapat penanganan medis.
Kakak-Adik Jadi Korban Penusukan di Kudus, Ini Kronologi Sementara
Pada Minggu, 14 September 2025 kedua korban dibawa ke RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus untuk dilakukan pemeriksaan dan autopsi.
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan bahwa motif dan pelaku penusukan masih dalam penyelidikan.
AKBP Heru pun memohon doa dan dukungan dari masyarakat Kudus agar pelaku cepat tertangkap.
“Kami mohon doa dan dukungannya, agar pelaku segera tertangkap. Dengan begitu kasus ini bisa terungkap,” ujarnya.
Di sisi lain, menurut keterangan tetangga korban Alvina Riswanda motif penusukan kakak beradik itu karena maslah sepela yang berlarut-larut.
“Masalahe sehari-hari cek-cok, perkara rumah korban sering dibuat nongkrong. Pelaku tidak terima karena dianggap berisik dan mengganggu anaknya,” ujar Alvina. Menurut Alvina, saat kejadian pada Minggu malam itu lokasi perkara cukup mencekam. Warga juga ada yang mengaku menemukan potongan jempol manusia.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa/Fahtur Rohman
Editor: Ulfa
































