KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Menjelang Ramadan sekaligus menghadapi arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah, Bupati Semarang Ngesti Nugraha meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang untuk segera melakukan perbaikan jalan-jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Semarang.
Permintaan tersebut disampaikan sebagai upaya memastikan kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Semarang tetap aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang akan melintas saat Lebaran.
“Apalagi sekarang, jalan berlubang sedikit saja langsung viral di media sosial. Untuk itu ini dibutuhkan penanganan dan pelayanan yang cepat, meski sesuai kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang,” kata Ngesti Nugraha, Kamis, 29 Januari 2026.
Ia menegaskan telah meminta DPU Kabupaten Semarang untuk segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan.
Menurut Ngesti, inventarisasi jalan dilakukan secara detail, baik untuk ruas dengan kategori rusak ringan, rusak sedang, maupun rusak berat. Seluruhnya ditargetkan segera ditangani demi mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.
“Ini diharapkan semuanya bisa lancar dalam waktu yang secepatnya, karena harapan kami di bulan Ramadan tepatnya sejak bulan Februari hingga Maret nanti, semua jalan rusak yang jadi kewenangan Kabupaten Semarang bisa terbangun dan diperbaiki semuanya,” harapnya.
Ia mengungkapkan, sebagian perbaikan jalan telah dilaksanakan melalui berbagai sumber pendanaan yang masuk dalam paket proyek pembangunan Kabupaten Semarang tahun 2025.
“Perbaikan jalan terus kami kebut, ada yang sudah diperbaiki dan dibangun, ada jalan usaha tani yang kami bangun juga ini sekaligus juga dalam mendukung ketahanan pangan selain menjadi akses pemudik nantinya di wilayah Kabupaten Semarang,” bebernya.
Salah satu ruas yang telah diperbaiki adalah jalan penghubung Kecamatan Tengaran dan Kecamatan Getasan, yang juga menjadi akses menuju wilayah Magelang dan Kota Salatiga.
“Sudah diperbaiki dengan menggunakan alokasi anggaran jalan investasi daerah sebesar Rp31 miliar,” kata Ngesti.
Ia menjelaskan, anggaran jalan investasi daerah tahun 2025–2026 difokuskan pada peningkatan konektivitas kawasan ekonomi. Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum mengalokasikan dana Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) sebesar Rp8,98 triliun untuk 427 kegiatan di seluruh Indonesia.
“Kami sangat berharap sekali, melalui IJD yang ada dari pemerintah pusat ini, nantinya bisa bertahap menyentuh jalan di desa-desa lainnya di Kabupaten Semarang sehingga pemerataan pembangunan di Kabupaten Semarang bisa maksimal,” sambung dia.
Ngesti juga mengaku tengah menginventarisasi sejumlah ruas jalan di luar kewenangan kabupaten, termasuk jalan milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang mengalami kerusakan di wilayah Kabupaten Semarang.
“Pertama jalan milik Provinsi Jawa Tengah yang rusak itu ada di ruas Kota Salatiga menuju Kabupaten Grobogan via Kecamatan Pabelan-Bringin yang masuk wilayah Kabupaten Semaran,” ujarnya.
“Kemudian yang kedua yaitu ruas jalan dari Kecamatan Tengaran dan Susukan di Kabupaten Semarang menuju ke Kecamatan Karanggede yang masuk wilayah Kabupaten Boyolali ini akan segera kami sampaikan ke Bapak Gubernur Jawa Tengah,” imbuhnya.
Ngesti berharap laporan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar kondisi jalan provinsi di wilayah Kabupaten Semarang dapat tertangani sebelum Idul Fitri 1447 H.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Rosyid
































