SEMARANG, Lingkarjateng.id – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedang menjajaki koalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Semarang.
Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Semarang, Suharsono saat mengunjungi kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Semarang pada Jumat, 19 Juli 2024.
“Kami bersilaturahmi ke DPC PKB untuk melanjutkan komunikasi dan persahabatan yang sudah terjalin selama ini. Kami juga berharap bisa menjajaki koalisi untuk Pilkada di Kota Semarang,” ujar Suharsono.
Ia berharap PKS dan PKB Kota Semarang bisa melanjutkan koalisi yang sudah terjalin di tingkat pusat pada Pilpres kemarin. Pasalnya, dengan berkoalisi PKS dan PKB bisa memenuhi syarat untuk mengusung calon wali kota dan wakil wali kota jika dilihat dari jumlah kursi legislatif di Kota Atlas.
Diketahui, PKS saat ini memiliki 6 kursi, sementara PKB memiliki 5 kursi, sehingga total 11 kursi sudah cukup untuk mengusung kandidat di Pilwalkot Semarang 2024.
Lebih lanjut, Suharsono mengungkapkan bahwa pihaknya belum memutuskan apakah akan mengajukan kader PKS untuk maju sebagai calon wali kota atau wakil wali kota.
Namun, ia mengaku PKS terus mengamati dan melakukan survei sejak Oktober 2023 untuk menjaring tokoh yang patut diusung atau didukung sebagai kepala daerah di Kota Semarang. Dari hasil pengamatan partainya, Suharsono menyebutkan bahwa nama-nama populer seperti Yoyok Sukawi dan Dico M. Ganinduto memiliki peluang kuat untuk diusung.
Suharsono juga menganggap ada perubahan peta politik pasca operasi penegakan hukum oleh KPK yang menyeret nama Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita).
“Kami sudah mengamati dan melakukan survei untuk menghitung peluang. Silaturahmi dengan PKB ini bagian dari upaya meningkatkan koalisi,” terang Suharsono.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kota Semarang, Muhammad Mahsun, menyambut baik rencana koalisi antara PKS dengan partai besutan Gus Dur. Ia mengatakan bahwa kebersamaan PKB dengan PKS sudah berlangsung lama dan beberapa kali menjalin koalisi dalam Pilkada Kota Semarang.
“Pada tahun 2005, PKB bersama PKS, PAN, dan PPP membentuk koalisi partai berbasis massa Islam yang mengusung pasangan Sukawi Sutarip dan Mahfud Ali. Pasangan ini berhasil memenangkan Pilkada, dan Sukawi terpilih sebagai Wali Kota Semarang untuk periode kedua. PKB dan PKS sudah sejak lama bersama dalam ajang politik dan pernah sukses di tahun 2005,” ungkapnya.
Mahsun juga menyebut koalisi partai berbasis massa muslim perlu dibangun. Dia menekankan pentingnya santri memimpin Kota Semarang, mengingat sejarah Kota Atlas sebagai kota wali dan santri dengan simbol Kyai Sholeh Darat dan Ki Ageng Pandanaran.
“Kita perlu mengajak kaum santri mengembalikan sejarah Semarang sebagai Kota Santri. Santri perlu diberi kesempatan memimpin,” ucap Mahsun.
Ia juga menegaskan bahwa PKB tengah fokus mempersiapkan diri mengajukan calon wakil wali kota. PKB, dengan modal lima kursi DPRD, sudah membuka pendaftaran calon kepala daerah dan berharap di awal Agustus sudah bisa mengusung pasangan calon resmi. (Lingkar Network | Rizky Syahrul Al-Fath – Lingkarjateng.id)































