Semarang (lingkarjateng.id) – Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) jelang hari raya Idul Fitri 1447 H di halaman kantor Dispertanikap Kabupaten Semarang, di Ungaran, Jumat (13/3).
Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno mengatakan, kegiatan tersebut untuk menjaga stabilitas pasokan pangan, sekaligus menjadi pengendali inflasi. Selain itu untuk membantu warga masyarakat untuk memenuhi kebutuhan jelang Idul Fitri 1447 H.
“GPM ini dilaksanakan sesuai dengan arahan dari Bapak Gubernur Jawa Tengah untuk menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga pangan menjelang Idul Fitri 1447 H,” katanya.
Menurut Edy, GPM ini digelar oleh Dispertanikap dengan menggandeng banyak pihak, diantaranya Bulog, Polres Semarang, dan Champion Cabai untuk menyediakan berbagai bahan pangan masyarakat di GPM tersebut.
“Kami juga menggandeng pelaku usaha mikro dan kecil untuk menjajakan barang dagangannya, jadi tidak hanya bapokmas saja seperti beras, minyak goreng, cabai, telur ayam, tapi ada juga produk-produk pelaku usaha mikro dan kecil yang kami adakan di GPM ini,” ungkap Edy.
Kepala Bidang (Kabid) Pangan Dispertanikap Kabupaten Semarang, Lendi Ageng Kurnia menambahkan bahwa GPM ini sudah digelar sejak minggu lalu oleh Dispertanikap Kabupaten Semarang.
“GPM ini digelar dengan menggunakan anggaran APBD Kabupaten Semarang. Total ada tiga lokasi kami gelar GPM ini, yang pertama di Kantor Kecamatan Bergas, lalu di Kantor Kecamatan Bawen, dan terakhir di Kantor Dispertanikap hari ini,” terangnya.
Lendi menerangkan, untuk bahan pokok masyarakat (bapokmas) yang disediakan di setiap digelarnya GPM ada beberapa jenis, diantaranya beras, telur ayam, kemudian cabai, minyak goreng, dan lain-lainnya.
“Masyarakat yang membeli bahan pangan di GPM itu dibatasi, contohnya setiap satu warga hanya diperbolehkan beli 2 bungkus dari masing-masing item bahan pangan,” jelasnya.
Ia menyebut untuk bahan pangan yang paling laris diserbu masyarakat adalah minyak goreng.
“Tidak kurang dari tiga jam semua bahan pangan yang disediakan di GPM itu sudah habis terbeli masyarakat, khususnya minyak goreng dan telur ayam ras,” ujarnya.
Disinggung harga cabai yang saat ini tembus di angka sekitar Rp 90 ribu per kilogram, Lendi mengungkapkan hal itu dikarenakan faktor cuaca yang terjadi saat ini.
“Sebetulnya faktor cuaca, kalau dari segi produksi di petani itu tidak ada masalah. Penyebab utamanya cabai, karena cabai itukan tidak tahan lama, sehingga kalau saat panen tidak segera didistribusikan itu akan cepat membusuk pada saat proses penyimpanan,” jelasnya.***
Jurnalis : Hesty Imaniar
Editor : Fian
































