KENDAL, Lingkarjateng.id – Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Gerindra ke-18 yang diperingati setiap tanggal 6 Februari, DPC Partai Gerindra Kabupaten Kendal turun langsung menyapa masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana.
Kegiatan ini seiring dengan tema HUT Gerindra ke-18 “Kompak, Bergerak, Berdampak”, yang diwujudkan melalui bakti sosial berupa pengobatan gratis serta penyaluran bantuan sembako kepada warga di Kecamatan Brangsong dan Patebon. Dua wilayah ini diketahui beberapa waktu lalu terdampak bencana banjir.
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kendal, Mifta Reza NP, mengatakan tema HUT Gerindra tahun 2026 menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk terus menjaga kekompakan dan persatuan, serta terus bergerak maju dalam perjuangan mewujudkan cita-cita bangsa.
“Di usia ke 18 tahun ini, kami mengajak seluruh kader senantiasa kompak menjaga kesatuan dan soliditas internal partai sebagai modal utama pembangunan bangsa. Bergerak terus aktif memajukan perjuangan demi mewujudkan cita-cita negara yang berdaulat, adil, dan makmur. Dan memberikan dampak yang dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat,” ujar Mifta Reza, Senin 9 Februari 2026.
Ia juga menegaskan bahwa perjuangan partai belum selesai dan masih membutuhkan langkah serta gerakan panjang ke depan. Oleh karena itu, seluruh kader diminta tetap berpegang teguh pada cita-cita perjuangan demi kepentingan bangsa dan negara.
Sementara jajaran pengurus DPC Gerindra Kendal sekaligus Ketua Komisi C DPRD Kendal, Sisca Meritania menyampaikan, peringatan HUT ke-18 ini diperingati secara sederhana namun bermakna dan berdampak bagi masyarakat di Kabupaten Kendal.
“Kita ada syukuran potong tumpeng bersama seluruh kader, kemudian bagi sembako sebanyak 3.500 paket di 8 desa dan juga pengobatan gratis 1.000 KK yang terdampak bencana,” ungkapnya.
Selain itu, Gerindra juga turun di beberapa lokasi menyerap aspirasi masyarakat. Diantaranya di Desa Wonosari Kecamatan Patebon, para warga berharap ada perbaikan tanggul dan normalisasi sungai.
“Kita tadi sudah meninjau kesana kita akan upayakan kita koordinasikan dengan Pusdataru karena ini adalah kewenangan pemerintah provinsi. Harapannya nanti tanggul di sungai di Wonosari dapat diperbaiki, sungainya bisa dinormalisasi. Sehingga masyarakat setempat tidak terdampak banjir lagi,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar S





























