PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Seorang balita berusia tiga tahun Dukuh Subah RT 06/RW 01, Desa Tambakroto, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, dilaporkan meninggal dunia setelah terbawa arus air di selokan saat hujan deras pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kapolsek Kajen, IPTU Teguh Subiyantoro, mengatakan korban bernama Muhamad Ghofur Ar Rozak (3), warga Dukuh Winong, Desa Tambakroto. Ia mengatakan kejadian tersebut bermula sekitar pukul 11.30 WIB ketika hujan turun deras dan debit air selokan meningkat tajam.
“Korban saat itu bermain hujan bersama dua anak lainnya yang juga anak-anak di sekitar rumah. Diduga terpeleset lalu jatuh ke selokan dengan aliran cukup deras hingga masuk ke gorong-gorong,” ujar Teguh saat dikonfirmasi.
Teguh menyampaikan sekitar pukul 12.20 WIB ibu korban menyadari anaknya tidak berada di sekitar rumah. Setelah dilakukan pencarian, dua anak lainnya ditemukan menangis dan menyampaikan bahwa korban jatuh ke selokan dan terbawa arus. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Kajen.
Petugas kepolisian bersama Polres Pekalongan, dibantu BPBD Kabupaten Pekalongan ,PMII Kabupaten Pekalongan, dan warga setempat langsung melakukan pencarian dengan menyusuri aliran air dari titik korban jatuh hingga ke saluran irigasi di area persawahan.
“Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB, berjarak kurang lebih 900 meter dari lokasi awal, dalam kondisi meninggal dunia,” kata Teguh.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), selokan tempat korban jatuh memiliki kedalaman sekitar 70 sentimeter dengan lebar 60 sentimeter, sementara gorong-gorong berdiameter sekitar 50 sentimeter.
Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban kemudian dimakamkan pada hari yang sama.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat hujan deras karena tingginya risiko aliran air yang membahayakan,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Rosyid






























