SALATIGA, Lingkarjateng.id – Terminal Tipe A Tingkir Salatiga mulai melakukan persiapan menghadapi masa angkutan Lebaran 2026. Adapun upaya yang dilakukan diantaranya, menyiapkan posko terpadu hingga layanan rentan.
Selain penguatan posko, Terminal Tipe A Tingkir juga akan bersinergi dengan para pemangku kepentingan dalam rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan. Upaya ini dilakukan agar arus kendaraan di sekitar kawasan terminal tetap terkendali saat puncak mudik dan arus balik.
Terminal Tipe A Tingkir juga menyiapkan jalur prioritas khusus bagi kelompok rentan. Jalur ini diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui agar proses naik turun dan akses layanan terminal dapat dilakukan dengan lebih mudah dan aman selama periode angkutan Lebaran.
Sejumlah langkah strategis itu disiapkan untuk memastikan arus mudik dan balik berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi para penumpang.
Kepala Terminal Tipe A Tingkir Salatiga, Vicky Candra Yanuar menyampaikan, pihaknya akan mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Lebaran mulai H-10 hingga H+10. Posko tersebut melibatkan kolaborasi lintas instansi, mulai dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Kesehatan.
“Posko terpadu ini menjadi pusat koordinasi layanan selama masa angkutan Lebaran, baik untuk pengaturan operasional, informasi, maupun penanganan kondisi darurat penumpang,” terangnya, Selasa, 10 Februari 2026.
Menurutnya, berbagai layanan akan disediakan di posko terpadu. Diantaranya informasi jadwal keberangkatan bus, layanan pengaduan barang tertinggal atau hilang, hingga petugas khusus kelompok rentan.
Petugas tersebut disiagakan untuk membantu lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan ibu menyusui agar tetap mendapatkan akses layanan yang aman dan mudah.
“Untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, Terminal Tingkir juga menyiapkan sejumlah fasilitas tambahan. Di antaranya hiburan live music, pojok baca, serta kursi pijat berbayar agar penumpang tidak jenuh saat menunggu keberangkatan bus,” ujarnya.
Fasilitas pendukung lain juga diperkuat, seperti ruang laktasi bagi ibu hamil dan menyusui, ruang kesehatan untuk penumpang yang sakit atau mengalami mabuk perjalanan, serta ruang tenang bagi penyandang disabilitas intelektual dan down syndrome saat membutuhkan kondisi yang lebih kondusif.
Disinggung mengenai antisipasi lonjakan penumpang, Vicky mengungkapkan, bahwa pengelola terminal juga merencanakan penambahan kursi di ruang tunggu. Tak hanya itu, menjelang Hari Raya Idul Fitri, akan dibuka pula layanan zakat fitrah yang bekerja sama dengan lembaga amil zakat di Kota Salatiga.
Sementara terkait pengaturan arus mudik, Vicky menjelaskan bahwa skema rekayasa lalu lintas menjadi kewenangan pihak kepolisian. Namun demikian, pihak terminal mengupayakan agar bus AKAP dan AKDP tetap masuk ke Terminal Tingkir, tidak dialihkan ke jalur lingkar.
“Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan penumpang di luar terminal. Bus tetap masuk, menaikkan dan menurunkan penumpang di dalam terminal, lalu melanjutkan perjalanan sesuai arahan petugas kepolisian,” pungkasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar S































