SALATIGA, Lingkarjateng.id – DPRD Kota Salatiga membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengawal transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran Rp10,1 miliar dalam pembangunan Taman Wisata Religi Salatiga (TWRS) di Jalan Pattimura.
Ketua Pansus Pembangunan TWRS, Yusuf Wibisono, menjelaskan langkah pembentukan Pansus merupakan bentuk pengawasan dewan terhadap proyek strategis daerah yang menggunakan dana besar.
Menurutnya, DPRD ingin memastikan setiap rupiah dari uang rakyat digunakan tepat sasaran dan sesuai prosedur.
“Proyek TWRS ini sudah digagas sejak era Wali Kota John Manopo, namun dalam perjalanannya mengalami beberapa kali perubahan. Kami ingin memastikan semua prosesnya, dari perencanaan, pembebasan lahan, hingga pelaksanaan berjalan sesuai aturan,” jelasnya, Kamis, 23 Oktober 2025.
Sebagai langkah awal, Pansus telah memanggil Bappeda Kota Salatiga untuk memintai keterangan.
Ia menambahkan, setelah Bappeda, Pansus akan memanggil DPUPR, Inspektorat, hingga pihak kontraktor pelaksana untuk memberikan klarifikasi terkait penggunaan anggaran dan progres pembangunan.
“Rencananya minggu depan kami akan memanggil DPUPR. Kemudian dinas terkait lainnya hingga kunjungan lapangan bersama pihak-pihak terkait,” imbuhnya.
Pembangunan TWRS terdiri dari tiga paket pekerjaan dengan sumber pendanaan berbeda, yaitu Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah dan APBD Kota Salatiga Tahun Anggaran 2025.
Tiga paket tersebut yakni, pekerjaan gerbang dan penunjang TWRS senilai Rp2,22 miliar oleh CV Abiyasha Consultant. Kemudian pembangunan aula TWR senilai Rp5,166 miliar yang dikerjakan oleh CV Mitra Usaha Sejati dengan konsultan CV Abiyasa dari dana APBD 2025.
Untuk penunjang daya tarik wisata senilai Rp 2,79 miliar, dikerjakan oleh CV Rajendra Constructions dengan konsultan CV Abiyasa.
DPRD memastikan hasil kerja Pansus nantinya akan dilaporkan secara terbuka kepada publik.
“Pansus akan bekerja profesional, transparan, dan objektif. Kami ingin proyek ini benar-benar jadi kebanggaan warga Salatiga, bukan sekadar proyek seremonial,” tegas Yusuf.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Rosyid































