PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – DPRD Kabupaten Pekalongan akan mengkaji kebijakan lima hari sekolah yang menuai protes dari publik.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, menegaskan pihaknya tidak akan tergesa-gesa mengambil sikap. Menurutnya, semua keputusan harus mempertimbangkan konteks lokal dan berbagai aspirasi yang berkembang di masyarakat.
Menurut Munir akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk mencapai kesepakatan yang sesuai dengan kondisi di Pekalongan.
“Ya, nanti kita pelajari. Kami nanti juga akan mengundang, akan mohon wawasan, pandangan, saran dari tokoh masyarakat, para alim, organisasi keagamaan. Nanti yang terbaik bagaimana, nanti akan kita sinkronkan,” ujar Munir saat diwawancarai usai rapat paripurna pada Jumat, 18 Juli 2025 sore.
Langkah yang akan mungkin diambil untuk merespons protes publik yakni dengan audiensi. Munir juga menyebutkan adanya inisiatif dari sejumlah partai politik untuk menggelar pertemuan atau sarasehan.
“Dari situ nanti DPR akan mengambil kesimpulan dari semua kalangan masyarakat. Dari Muhammadiyah, dari LP Ma’arif, dari bidang pendidikan di Muhammadiyah, kemudian dari kalangan pemuda, pengamat pendidikan, rektor—semuanya kita dengarkan,” terangnya.
Kendati banyak protes dari publik, Munir mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru menanggapi isu yang berkembang saat ini.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang, menunggu hasil. Karena apapun itu, semua ini demi kepentingan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul, menegaskan pentingnya sosialisasi yang masif dalam setiap kebijakan baru agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Dia menegaskan bahwa pemerintah harus terus mendengar aspirasi, kritik, dan protes masyarakat sebab pembentukan kebijakan pasti ada yang dirugikan dan ada yang diuntungkan.
“Kalau memang dirasa perlu untuk direvisi, ya revisi. Tapi yang utama, sosialisasi dulu secara masif. Kebijakan apapun, apalagi yang baru, tentu harus diawali dengan sosialisasi yang matang. Ini pesan saya, supaya semuanya bisa berjalan dan terakomodir dengan baik,” tegasnya.
Jurnalis: Fahri Alakbar
Editor: Ulfa































