SALATIGA, Lingkarjateng.id – Ketua DPC Partai Gerindra Salatiga, Yuliyanto, menyatakan partainya turut mendukung langkah interpelasi terhadap Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, meski ada satu anggota Fraksi Gerindra yang tidak ikut membubuhkan tanda tangan. Yuliyanto menilai, hal itu menjadi hak pribadi masing-masing anggota DPRD.
“Gerindra sepakat mengambil langkah interpelasi. Hal itu menyusul sejumlah kebijakan Wali Kota yang dinilai kontroversial dan memicu keresahan masyarakat. Kami ingin Wali Kota menjelaskan langsung beberapa kebijakan yang menimbulkan kegaduhan publik,” kata Yuliyanto, Senin, 12 Mei 2025.
Menurutnya, komunikasi politik antara Gerindra dengan Wali Kota Robby Hernawan sebenarnya telah diupayakan sejak awal, tapi tidak berjalan baik.
“Kami sudah mengirim tim untuk bertemu, tapi tidak ada respons. Kalau komunikasi terjalin baik, mungkin tidak akan sampai seperti ini,” tegasnya.
Terkait langkah selanjutnya, Yuliyanto mengatakan akan menunggu hasil dari proses interpelasi yang dijadwalkan pekan depan.
“Kita lihat nanti seperti apa hasilnya. Yang pasti, kami ingin semuanya jelas dan transparan,” ujarnya.
Sebelumnya, DPRD Salatiga menggelar rapat paripurna internal pada Jumat, 9 Mei 2025, untuk membahas kebijakan Wali Kota Robby Hernawan yang menuai polemik. Rapat tersebut dihadiri lengkap oleh 25 anggota dewan.
Ketua DPRD Salatiga, Dance Ishak Palit, mengatakan bahwa semua fraksi menyoroti sejumlah kebijakan yang dinilai bermasalah, seperti relokasi pedagang Pasar Pagi ke Pasar Rejosari, pengurangan tenaga harian lepas (THL), pemotongan tambahan penghasilan pegawai (TPP), serta penghentian Perda Nomor 1 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) terkait pengelolaan sampah.
“Beberapa keputusan ini menimbulkan keresahan di masyarakat. Oleh karena itu, interpelasi menjadi salah satu langkah yang dianggap perlu,” ucap Dance.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, mengaku siap untuk memberikan jawaban atas hak interpelasi yang dilayangkan oleh DPRD Salatiga.
“Prinsipnya sebagai Wali Kota saya siap saja diinterpelasi yang penting yang saya kerjakan semuanya untuk kepentingan rakyat dan pembangunan Kota Salatiga,” terangnya.
Robby menyebut, interpelasi adalah hak DPRD untuk disampaikan ke wali kota. Hanya saja, kata dia, menggulirkan hak tersebut tidak boleh sewenang-wenang dan bukan karena ada kepentingan tertentu. Meski begitu, pihaknya akan menjawab semua pertanyaan DPRD yang tertuang dalam hasil rapat paripurna hak interpelasi.
“Saya akan jawab sesuai dengan apa yang saya kerjakan. Saya berharap melalui mekanisme hak interpelasi ini menjadi penguat dalam membangun Kota Salatiga,” pungkasnya.
Jurnalis : Angga Rosa
Editor : Rosyid




























