SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus menggali potensi pengembangan desa wisata sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
Pasalnya, saat ini Kota Semarang memiliki 13 desa wisata aktif serta 62 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang menjadi motor penggerak pariwisata berbasis masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari atau akrab disapa Iin, mengatakan pembinaan berkelanjutan menjadi kunci agar potensi desa wisata mampu berkembang dan menarik minat wisatawan untuk singgah lebih lama.
“Kami berharap wisatawan luar kota hingga mancanegara tertarik datang ke desa-desa wisata. Potensinya sangat besar dan perlu dikemas secara berkelanjutan,” katanya, Senin, 2 Februari 2026.
Ia juga mencontohkan salah satu penguatan pariwisata berbasis budaya yang masih dirawat dengan baik, seperti tradisi Nyadran Sendang Gede yang baru-baru ini dilaksanakan menjelang bulan Ramadhan.
Iin menambahkan bahwa pengembangan desa wisata di Kota Semarang dilakukan secara bersama-sama, melibatkan pemerintah, masyarakat, serta jejaring desa wisata lainnya.
Pendampingan, promosi bersama, hingga penyusunan paket wisata terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas destinasi.
“Sekarang eranya quality tourism, wisatawan tidak hanya datang melihat, tetapi ikut berkegiatan bersama masyarakat. Konsep ini sangat cocok diterapkan di desa wisata,” jelasnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid






























