PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan menyiapkan strategi pengelolaan sampah secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir menyusul perpanjangan operasional TPA Degayu.
Kepala DLH Kota Pekalongan, Joko Purnomo, menjelaskan pihaknya melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah agar penyelesaiannya dapat dilakukan di tingkat sumber dan tetap berkelanjutan.
“Dari hulu, kami membangun TPST dan TPS-3R di sejumlah titik agar penyelesaian sampah bisa dilakukan di sumbernya. Di hilir, kami juga berbenah di TPA Degayu, dengan mengubah sistem dari open dumping menjadi controlled landfill,” jelasnya, Rabu, 29 Oktober 2025.
Operasional TPA Degayu Pekalongan Diperpanjang Hingga Pertengahan 2026
Menurut Joko, DLH tengah mendatangkan alat berat seperti buldoser untuk meratakan gunungan sampah di TPA Degayu. Setelah diratakan, permukaannya tidak akan ditutup tanah, melainkan menggunakan lapisan biodegradable atau plastik ramah lingkungan sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup.
“Dengan sistem ini, diharapkan TPA Degayu bisa tetap dimanfaatkan secara aman dan berkelanjutan,” ucapnya.
DLH Pekalongan juga tengah menyelesaikan pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan sampah di beberapa titik untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah.
“Pembangunan TPS-3R di Banyurip, Pringrejo, dan Krapyak sudah selesai 100 persen. Sementara TPS-3R di Poncol, Medono, dan Klego masih dalam proses penyelesaian. Untuk Buaran Kradenan dan Kalibaros, saat ini dalam tahap pengurukan lahan dan pengajuan ke Kementerian PU melalui Kementerian LH agar bisa mendapatkan pendanaan pembangunan dua TPS-3R baru berkapasitas 5–10 ton per hari,” ungkapnya.
Setiap TPS-3R akan dilengkapi berbagai peralatan pengolahan sampah, mulai dari conveyor, mesin pemilah, alat press, hingga pencacah sampah organik dan anorganik menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF).
“Akhir November nanti alat-alat itu akan kita pasang, dan pada Desember sudah mulai kita uji coba. Kami instruksikan kepada seluruh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pengelola TPS-3R agar memastikan setiap hari sampah bisa terselesaikan di sumbernya, tanpa ada penumpukan,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa
































