KENDAL, Lingkarjateng.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Kendal berharap sosialiasi antinarkoba menambah kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba dan efek hukumnya.
Sosialisasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) tersebut merupakan bagian dari program nonfisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler yang digelar di Aula Balai Desa Gedong, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Jumat 20 Februari 2026. Sosialisasi diikuti perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga setempat.
Kepala Dispermasdes Kendal, Yanuar Fatoni, menyampaikan bahwa sosialisasi P4GN ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memerangi peredarannya hingga ke tingkat desa.
“Penyuluhan P4GN ini bekerjasama dengan TNI, Polri, pemerintah desa, dan berbagai unsur masyarakat. Harapannya melalui penyuluhan nati narkoba ini bisa mencegah, membatasi, atau bahkan menghilangkan sama sekali peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Narasumber penyuluhan, KBO Satresnarkoba Polres Kendal Iptu Andy Yulianto, mengungkapkan jenis narkoba yang kerap ditemui, meliputi ganja, ekstasi, sabu-sabu, tembakau gorila, alprazolam, tramadol, pil PCC, pil koplo logo Y, itomidate, kodena.
Ia mengungkapkan, tahun 2025 Polres Kendal menindak sejumlah kasus penyalahgunaan narkoba dengan kasus paling banyak ditemukan di Kecamatan Kangkung dan Kaliwungu masing-masing lima kasus.
“Mudah-mudahan melalui sosialisasi ini bisa ditularkan kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Sehingga penyalahgunaan dan peredaran narkoba ini bisa kita antisipasi,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Desa Gedong, Suwarno, mengucapkan terima kasih atas sosialisasi anti narkoba dalam program TMMD Reguler tersebut. Menurutnya kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan pengetahuan bagi warganya terkait bahaya narkoba.
“Saya titip agar peserta yang hadir bisa menularkan kepada warga lainnya terkait materi hari ini. Sehingga warga tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” katanya.
Penyuluhan P4GN juga mendapat sambutan baik oleh masyarakat di Desa Gedong, salah satunya Bahrun. Ia mengaku dengan adanya penyuluhan P4GN Ini memberikan wawasan terkait jenis dan bahaya narkoba serta pencegahannya.
“Jadi kami warga Gedong bisa mengetahui jenisnya narkoba apa, bahayanya. Tadi juga disampaikan ternyata rokok elektrik juga bahaya,” ungkapnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa






























