KENDAL, Lingkarjateng.id – Desa Bumiayu, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal dicanangkan sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal.
Desa Bumiayu dapat memberikan informasi kepada masyarakat dengan lebih akurat, cepat, dan bagus. Hal ini karena, Desa Bumiayu memiliki fasilitas yang lengkap yaitu memiliki website.
Setelah Dicanangkan menjadi Desa Cantik, tampilan website Desa Bumiayu pun sudah upgrade, kini ada menu Desa Cantik. Menu tersebut khusus untuk mendokumentasikan kegiatan dan data-data hasil pembinaan Desa Cantik yang dilengkapi dengan info grafis dan video grafis, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi dengan lebih cepat.
“Dengan adanya Desa Cantik ini, masyarakat bisa lebih mencintai statistik. Karena masyarakat bisa mendapatkan info lebih cepat, karena ditampilkan di website dan tampilannya ada info grafis dan video grafis,” kata Kepala Desa Bumiayu, Istaroh .
Sementara itu, Kepala BPS Kendal Ummi Hastuti menjelaskan, Desa Cantik merupakan program pembinaan statistik sektoral yang dibangun di desa/kelurahan. Tujuan umumnya adalah untuk memperkuat tentang data-data yang ada di desa.
“Syarat terbentuknya Desa Cantik adalah harus memiliki perangkat komputer. Kemudian kita undang mereka ke kantor untuk diberikan materi-materi terkait Desa Cantik. Alhamdulillah untuk Desa Bumiayu sangat respon, karena memang mereka semua sangat ingin data tersebut ter-manage dengan baik,” ujar Ummi saat ditemui di Kendal, pada Rabu, 11 Oktober 2023.
Menurutnya, data yang dipakai untuk keperluan Desa Cantik adalah data PK21 dan data SNG. Data PK21 dimanfaatkan untuk pengentasan stunting, rumah tidak layak huni, dan penanganan disabilitas.
“Harapannya, data itu sebagai basic untuk perencanaan pembangunan. Maka, setiap perencanaan pembangunan berbasis data,” imbuhnya.
Diketahui, pada tahun 2022, BPS Kendal telah mencanangkan tiga desa lainnya untuk menjadi Desa Cantik, yaitu Desa Sumberejo Kecamatan Kaliwungu, Desa Kumpulrejo Kecamatan Patebon, dan Desa Kalirejo Kecamatan Kangkung.(Lingkar Network | Arvian Maulana – Koran Lingkar)



























