PATI, Lingkarjateng.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pati mencanangkan Desa Sitirejo, Kecamatan Tambakromo sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).
Pencanangan Desa Cantik tersebut bertujuan untuk meningkatkan literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat desa atau kelurahan dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik.
Kemudian, melakukan standardisasi pengelolaan data statistik untuk menjaga kualitas dan keterbandingan indikator statistik, mengoptimalisasi penggunaan dan pemanfaatan data statistik sehingga program pembangunan di desa atau kelurahan tepat sasaran serta membentuk agen-agen statistik pada level desa dan kelurahan.
“Desa cantik itu salah satu program yang dilaksanakan oleh BPS, sebenarnya kaitannya dengan Satu Data Indonesia,” ujar Kepala BPS Kabupaten Pati, Bob Setiabudi, Kamis, 20 Juni 2024.
Bob menyampaikan bahwa Desa Sitirejo ditargetkan memiliki manajemen data yang baik, tingkat kesadaran statistik yang tinggi, perubahan status indeks desa ke tingkat yang lebih baik dan dapat mengurangi kemiskinan di desa atau kelurahan melalui program yang dibangun desa.
Desa Sitirejo dipilih sebagai Desa Cantik karena memiliki sinyal telepon kuat dan sinyal internet minimal 4G, memiliki fasilitas internet yang berfungsi di kantor desa, perangkat komputer yang berfungsi di kantor desa. Kemudian memiliki kepala desa atau aparat desa dengan pendidikan minimal SMA sederajat dan aparat desa yang mampu mengoperasikan aplikasi perangkat lunak komputer serta website yang bisa diakses oleh publik.
“Penetapan desa cinta statistik ini juga melihat beberapa fasilitas-fasilitas yang ada di kelurahan di masing-masing desa sebagai contoh adanya akses internetnya,” sambungnya.
BPS bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) dalam melakukan pendampingan desa cinta statistic. Kemudian juga kerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) sebagai wali data dan membantu diseminasi hasil desa cantik melalui website desa, dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Sebagai ketua forum koordinator satu data Indonesia dan membantu diseminasi hasil desa cantik melalui website desa serta Mitra BPS sebagai pembantu saat melakukan kegiatan pendampingan pembinaan desa.
“Kami berkoordinasi ya, sama Dispermades sama Diskominfo kira-kira desa mana yang bisa kita buat untuk obyek pertama,” ucapnya.
Bob berharap kedepannya Desa Cantik ini tidak hanya satu desa saja, melainkan juga berkembang lebih banyak lagi.
“Kalau program ini berhasil akan dishare ke desa yang lain, insya Allah perwujudan satu data Indonesia akan bisa lebih baik,” harapannya. (Lingkar Network | Setyo Nugroho – Lingkarjateng)































