JEPARA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemakb) Jepara meraih penghargaan predikat prima dengan nilai indeks pelayanan publik (IPP) 4,57 dalam Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan diterima langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, pada Senin, 5 Mei 2025.
Bupati Jepara yang akrab disapa Mas Wiwit mengucapkan terima kasih atas kinerja seluruh jajarannya serta apresiasi dari masyarakat.
“Alhamdulillah kita mendapatkan predikat prima, dengan skor IPP 4,57. Penilaiannya sudah sejak 2024 lalu, 3 OPD kita yang dinilai yaitu Dinsospermasdes, Disdukcapil, dan RSUD RA Kartini,” kata Wiwit.
Wiwit menjelaskan bahwa penunjukan ketiga instansi tersebut merupakan keputusan langsung dari KemenPANRB dan dilaksanakan serentak di seluruh daerah.
KemenPANRB, kata dia, juga menetapkan enam aspek penilaian yang meliputi kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana dan prasarana, sistem informasi pelayanan publik, konsultasi dan pengaduan, serta inovasi pelayanan publik.
“Dalam proses penilaian tersebut selain melalui kuesioner dan mekanisme administratif, pemerintah daerah juga diwajibkan menyerahkan sejumlah bukti dukung,” ujarnya.
Wiwit mengatakan, IPP Kabupaten Jepara pada tahun 2024 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 4,27 dengan predikat sangat baik.
Menurutnya, peningkatan tersebut merupakan buah hasil kerja keras jajaran instansi terkait.
Angka tersebut juga berada diatas IPP Provinsi Jawa Tengah yang berkisar di angka 4,53. Sedangkan dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, Kota Surakarta mendapatkan nilai terbaik yakni 4,69.
“Meskipun mendapatkan predikat prima, kita sadari masih banyak PR yang perlu diperbaiki. Sehingga saya harap ini dapat menjadi pemacu kita untuk lebih semangat memberikan pelayanan publik yang prima dan lebih baik untuk masyarakat Jepara,” pungkasnya. (Lingkar Network | Tomi Budianto – Lingkarjateng.id)
































