KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Sebuah rumah di Dusun Jati Kurung, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, rusak parah usai tertimpa empat pohon sekaligus yang disebabkan terjadinya cuaca ekstrem beberapa pekan ini.
Rumah itu milik Rurozi, warga RT 5/RW 9 di Dusun Jati Kurung, Desa Jatirunggo, di Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.
“Empat pohon sekaligus yang tumbang, dan keempat pohon itu menimpa atap rumah saya yang tepat di bawahnya itu ruang tengah atau ruang keluarga, ruang tamu, dan kamar mandi,” kata Rurozi saat ditemui, Selasa, 27 Januari 2026.
Empat pohon jenis gimea yang tumbang di rumah Rurozi itu memiliki beberapa ukuran, mulai dari yang besar hingga yang sedang.
“Jadi waktu kejadian itu saya posisi kerja, istri juga kerja, tinggal anak saya saja di rumah. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa atau korban luka, cuma anak saya sempat merasa ketakutan usai pohon-pohon itu tumbang dan menimpa rumah saya ini, karena dia sempat lari keluar apalagi posisinya di rumah sendiri, tentu dia takut sekali,” sebutnya.
Meski tidak ada korban dilaporkan dalam kejadian tersebut, namun Rurozi mengalami kerugian material hingga mencapai Rp5 juta lebih.
“Dibersihkan manual saja tadi, dibantu petugas relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar dari Kabupaten Semarang untuk mengevakuasi pohon yang tumbang di rumah saya ini,” katanya.
Rurozi menyebutkan, diduga empat pohon yang ada di dekat rumahnya itu tumbang karena kondisi akar yang sudah rapuh serta kondisi tanah yang labil.
Sementara itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam situasi cuaca ekstrem seperti saat ini.
Ngesti menyebut fenomena cuaca ekstrem itu menyebabkan beberapa jenis bencana alam terjadi di Kabupaten Semarang, mulai dari angin puting beliung, pohon tumbang, hingga bencana alam tanah longsor yang sempat terjadi di beberapa lokasi di Kabupaten Semarang.
“Oleh sebab itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Semarang untuk waspada, dan meningkatkan kewaspadaan. Contohnya jangan parkir atau berhenti dibawah pohon, lalu kalau hujan deras ini juga jangan berkendara dulu, lebih baik berhenti sebentar sembari menunggu hujan sedikit reda,” imbaunya.
Pihaknya juga mengingatkan kepada masyarakat Kabupaten Semarang untuk selalu mengecek berbagai saluran-saluran air yang ada di lingkungan masing-masing warga untuk mencegah bencana banjir.
“Kalau ada sampah, kami minta tolong untuk dibersihkan, sehingga air di saluran air itu bisa lancar dan tidak menyebabkan bencana alam maupun merusak jalan yang ada,” katanya.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Rosyid

































