SALATIGA, Lingkarjateng.id – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Salatiga dalam beberapa hari belakangan berdampak pada sektor pariwisata. Sejumlah destinasi wisata mengalami penurunan kunjungan, terutama objek wisata yang mengandalkan aktivitas luar ruang seperti Taman Wisata Sejarah Salatiga (TWSS). Bahkan saat hujan, destinasi tersebut nihil pengunjung.
Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Salatiga, Henni Mulyani menyatakan, dampak cuaca ekstrem paling terasa di TWSS. Jumlah pengunjung menurun drastis.
“Sore sering sepi karena hujan. Bahkan ada beberapa hari yang sama sekali tidak ada pengunjung,” katanya, Rabu, 28 Januari 2026.
Meski demikian, Henni memastikan tidak semua destinasi wisata di Salatiga terdampak signifikan. Sejumlah objek wisata lain masih terpantau aman dan stabil.
“Untuk destinasi wisata yang lain seperti Kampung Singkong, museum, Kalitaman masih aman-aman,” jelasnya.
Terkait jumlah kunjungan wisatawan secara keseluruhan, Henni menyebut data resmi kunjungan destinasi wisata Salatiga biasanya akan dirilis pada tanggal 10 setiap bulan dan diunggah melalui sistem Sisdaporapar.
“Kunjungan terbanyak akan dirilis tanggal 10 biasanya, nanti di-upload di Sisdaporapar,” terangnya.
Namun berdasarkan pemantauan sementara, destinasi yang masih mendominasi kunjungan wisatawan antara lain Kampung Singkong dan Kalitaman.
“Data yang telah diinput dalam sistem Sisdaporapar Jawa Tengah, jumlah kunjungan wisatawan tertinggi juga tercatat berada di kawasan Alun-alun Pancasila sebanyak 183.268 pengunjung,” ujarnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar S































