KENDAL, Lingkarjateng.id – Camat Patean, Kabupaten Kendal, Muh Syamsudluha Tantomi menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Polres dan Pemerintah Kendal atas pembangunan Jembatan Presisi Polda Jawa Tengah di Desa Sidodadi.
Jembatan itu sebelumnya roboh lantaran terkikis arus sungai yang deras. Dengan dibangunnya kembali jembatan tersebut dapat menyambungkan kembali wilayah Dusun Tembelang Desa Patean yang sebelumnya sempat terisolasi.
“Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk kepedulian dari negara, khususnya Polres Kendal dan Pemerintah Kabupaten Kendal. Dengan dibangunnya jembatan ini diharapkan akan dapat menyambungkan kembali wilayah Dusun Tembelang yang terputus karena jembatan sebelumnya roboh terkena erosi,” ungkapnya ungkapnya usai menghadiri groundbreaking pembangunan Jembatan Presisi, Rabu 11 Februari 2026.
Ia menyebutkan, jembatan yang rencananya akan dibangun dengan panjang 12 meter dan lebar 3 meter ini diyakini dapat menjadi akses pendukung bagi warga terutama untuk sektor pertanian dan perkebunan.
“Hasil pertanian, perkebunan dan aktivitas perekonomian lainnya menjadi lebih lancar, yang pada akhirnya akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” harapnya.
Camat Dluha juga berpesan kepada masyarakat setempat untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan jembatan ini, sehingga diharapkan dapat segera terealisasi.
“Jadi nanti dapat ikut bersama-sama memelihara, sehingga dapat membawa manfaat untuk jangka waktu yang lebih panjang,” pesannya.
Peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Presisi Polda Jateng tersebut dipimpin Kabag Log Polres Kendal Kompol A Shodiqin yang mewakili Kapolres Kendal. Serta dihadiri oleh Kasi Humas Polres Kendal AKP Rasban, dan Kapolsek Patean AKP Aris Krismanto.
Camat Patean Kendal Sambut Baik Pelaksanaan TMMD Reguler ke-127 di Desa Gedong
Dalam sambutannya, Kabag Log Polres Kendal, Kompol A Shodiqin menegaskan bahwa, pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami menyadari bahwa infrastruktur yang memadai adalah tulang punggung aktivitas warga,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut juga menjadi wujud nyata implementasi program Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tapi juga kepedulian sosial dan pembangunan di tengah masyarakat.
“Kami berharap dengan dibangunnya jembatan ini nantinya dapat memperlancar akses transportasi warga, meningkatkan aktivitas perekonomian, serta mempermudah mobilitas masyarakat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari mereka,” harapnya.
Pembangunan jembatan Presisi Polda Jawa Tengah dimulai Rabu, 11 Februari 2026 dan ditargetkan akan rampung dalam waktu dua bulan kedepan. (adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar S
































