Pati, Lingkarjateng.id – Aksi demo di Kabupaten Pati dengan tuntutan agar Bupati Pati Sudewo mundur menjadi sejarah baru. Terlebih tuntutan itu meledak menjadi gerakan massa yang luar biasa, hingga Polda Jateng harus menerjunkan personil dari 14 Polres jajaran untuk mengamankan aksi demo di Pati pada Rabu, 13 Agustus 2025.
Massa demo yang semula berorasi secara damai, mendadak ricuh ketika jumlah massa semakin tak terbendung. Suasana panas di Alun-Alun Pati dan ketidakpuasan para massa aksi terhadap kinerja Bupati Pati menjadi salah satu pemicu.
Dalam aksi ini, Bupati Pati Sudewo sempat keluar untuk menemui massa demo. Namun, baru mengucapkan beberapa patah kata, Bupati langsung dilempari peserta aksi demo dengan sandal dan air mineral.
Saat itu, Bupati meminta maaf kepada masyarakat Pati dan berjanji akan memperbaiki kesalahan.
Ditemui di dalam Pendopo, Bupati Sudewo mengatakan bahwa ia memaklumi aksi para pendemo. Terlebih, yang berdemo sangat banyak.
“Kami bisa memahami emosi mereka, karena orang banyak ‘kan. Tidak mungkin bisa terkendali secara keseluruhan. Tapi yang terpenting, ini sudah berjalan. Nanti ke depannya akan saya perbaiki segala sesuatunya. Ini merupakan proses pembelajaran bagi saya, karena juga baru beberapa bulan menjabat sebagai Bupati,” katanya.
Ia pun mengaku masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam kepemimpinannya.
Ditanya soal Rapat Paripurna dalam penggunaan hak angket, Bupati Sudewo mengakui dirinya menghargai hal tersebut. Sementara mengenai tuntutan peserta demo, ia mengatakan bahwa dirinya dipilih secara konstitusional, sehingga tidak bisa berhenti begitu saja.
“Kalau saya kan dipilih oleh rakyat secara konstitusional dan secara demokratis, jadi tidak bisa saya harus berhenti dengan tuntutan itu. Semua ada mekanismenya,” jawabnya.
Bupati Sudewo berharap, masyarakat mau menjaga soliditas dan kekompakan, serta tidak terprovokasi oleh siapapun.
“Kabupaten Pati ini adalah milik semuanya, yang harus menjaga Kabupaten Pati. Dengan kejadian yang semacam ini, saya harapkan jadi pembelajaran semua bagi kabupaten Pati dan pembelajaran bagi saya. Mudah-mudahan ini kejadian yang terakhir, tidak akan terulang lagi. Supaya pembangunan dan pelayanan berjalan lancar,” tutupnya.
Jurnalis: Nailin RA

































