KENDAL, Lingkarjateng.id – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, meninjau lokasi lahan Perhutani Petak 87 di Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, Kendal yang akan menjadi lokasi pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP), Selasa 6 Januari 2026.
Bupati Kendal yang akrab disapa Tika itu mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal siap mendukung penuh pembangunan Yon TP di Desa Jatirejo.
Tika menyebut pihaknya akan segera menyiapkan pembangunan jalan di sekitar lokasi tersebut.
“Karena ini program Bapak Presiden, kami pemerintah daerah tentunya siap mendukung. Termasuk pelebaran jalan. Semoga nanti akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Komandan Korem 073/ Makutarama, Kolonel Arm Ezra Nathanael, mengatakan peninjauan calon lokasi Yon TP di Jatirejo untuk memastikan lahan tersebut sesuai dengan standar.
“Dengan disiapkannya lahan ini semoga benar-benar bisa direalisasikan untuk pembangunan Yon TP,” katanya.
Ia menerangkan Yon TP sebagai bagian dari upaya penguatan satuan teritorial serta dukungan terhadap program pembangunan wilayah di Kabupaten Kendal.
“Yon TP ini adalah fungsinya untuk membantu mempercepat pembangunan daerah. Dan tahun 2026 di setiap kabupaten rencananya akan ada YTP,” terangnya.
Menurutnya, lahan kawasan hutan petak 87 tersebut dinilai telah memenuhi standar untuk pembangunan Yon TP karena letaknya yang strategis dan luas lahan 8,4 hektare.
“Ini lahan yang sudah ditetapkan oleh Perhutani. Nanti kalau sudah disetujui maka lahan jagung ini akan menjadi batalyon. Ini bisa menjadi titik ekonomi baru, disana 300 meter ada desa dan di sebelah sini juga ada desa juga,” ungkapnya.
Kolonel Arm Ezra menyatakan bahwa dari hasil peninjauan, lokasi cukup pas dengan kondisi akses jalan yang memenuhi syarat.
“Tanahnya datar dan sudah ada jalan. Nanti ibu bupati akan menambah pelebaran jalan supaya lebih enak dilewati truk dan kendaraan untuk membantu pembangunan YTP,” tambahnya.
Ia menyebut pembangunan Yon TP ditarget akan dilaksanakan pada 2026. Nantinya, direncanakan satu batalyon dirancang memiliki sekitar 1.100 personel, namun pemenuhannya dilakukan secara bertahap.
“Pengisian personel tidak langsung penuh. Tahap awal sekitar 400-600 personel, kemudian bertahap hingga mencapai kekuatan ideal,” tambahnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid
































