JEPARA, Lingkarjateng.id – Bupati Jepara, Witiarso Utomo, berupaya mengembangkan dan memperluas pasar furnitur dan ukir Jepara hingga ke Spanyol.
Dalam pertemuannya dengan Duta Besar Spanyol untuk Indonesia Fransisco de Asís Aguilera beberapa waktu lalu, Wiwit menyampaikan harapannya untuk bisa bekerja sama di sektor investasi dan industri furnitur.
“Spanyol sebagai salah satu negara Eropa dengan industri furnitur terbesar. Ini memiliki kesamaan dengan kita, untuk itu besar harapan kami untuk dapat bekerja sama dengan Spanyol agar pangsa pasar industri furnitur kita semakin meluas,” kata Bupati Jepara yang akrab disapa Wiwit itu.
Selain kerjasama dagang, Wiwit berharap Jepara dan Valencia dapat menjalin kerja sama dan menjadi sister city. Pasalnya, Jepara dan Valencia mempunyai sejumlah kesamaan seperti pusat industri furnitur serta memiliki kondisi geografis yang hampir serupa.
Sejumlah kota di Indonesia, kata Wiwit, juga telah menjalin kerja sama sister city dengan berbagai kota di belahan dunia, seperti Daerah Khusus Jakarta dengan Tokyo (Jepang), Seoul (Korea Selatan), dan Los Angeles (Amerika Serikat).
“Kami juga menawarkan investasi di bidang pelabuhan. Di RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) kita sudah ada, lokasinya di Balong. Nantinya untuk pelabuhan industri,” tandasnya.
Wiwit menjelaskan bahwa pembangunan pelabuhan di Jepara merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Pasalnya, dengan adanya pelabuhan di Jepara dapat mempermudah akses logistik sejumlah pabrik yang ada di wilayah setempat.
“Ketika sudah ada pelabuhan, semoga hal itu dapat membawa angin sejuk bagi iklim investasi di Jepara,” pungkasnya. (Lingkar Network | Tomi Budianto – Lingkarjateng.id)






























