SEMARANG, Lingkarjateng.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ahmad Yani Semarang menyebut, hujan lebat disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah Jawa Tengah dipengaruhi oleh puncak musim hujan serta aktivitas Siklon Tropis Luana.
Siklon Tropis Luana merupakan sistem tekanan rendah yang terbentuk di perairan tropis dengan pusaran angin berkecepatan tinggi.
Meski tidak melintas langsung di wilayah Jawa Tengah, keberadaannya memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi atmosfer di wilayah tersebut.
Forecaster BMKG Ahmad Yani Semarang Farida menjelaskan, jika siklon tersebut meningkatkan kecepatan angin dan menarik massa udara lembap, sehingga suplai uap air ke wilayah Jawa, termasuk Jawa Tengah, menjadi lebih besar.
Sehingga, kondisi ini memicu hujan berintensitas sedang hingga lebat yang kerap disertai angin kencang.
“Januari hingga Februari merupakan puncak musim hujan. Potensi hujan sedang hingga lebat masih cukup tinggi dan bisa disertai petir serta angin kencang,” katanya, Senin, 26 Januari 2026.
Menurutnya, dampak Siklon Tropis Luana semakin signifikan karena terjadi bersamaan dengan puncak musim hujan, sehingga meningkatkan risiko cuaca ekstrem.
Pihaknya menegaskan masyarakat dan wisatawan perlu waspada pada potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah pegunungan dan daerah rawan longsor.
Ia juga menyatakan bahwa faktor cuaca turut berperan dalam terjadinya banjir bandang dan longsor di kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal.
Pasalnya, selain kondisi topografi, curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari sebelumnya juga memperbesar risiko bencana.
“Wilayah pegunungan seperti Guci secara alami rentan karena proses orografis yang memicu pertumbuhan awan hujan,” jelasnya.
Terkait operasi modifikasi cuaca, Farida menegaskan upaya tersebut tidak dimaksudkan untuk menghilangkan hujan sepenuhnya.
Modifikasi cuaca dilakukan untuk mengurangi potensi hujan ekstrem dengan menjatuhkan hujan lebih awal di wilayah perairan.
“Modifikasi cuaca tidak bisa dinyatakan berhasil seratus persen. Saat musim hujan, awan tetap bisa tumbuh di daratan karena faktor alamiah,” ujarnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Sekar S
































