Blora (lingkarjateng.id) – Tahun 2026 ini, Balai Latihan Kerja (BLK) Blora tidak mendapatkan alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk kegiatan pelatihan.
Kini, BLK Blora hanya mengandalkan bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Kepala Dinperinnaker Blora, Endro Budi Darmawan, menjelaskan untuk tahun 2026 mengalami penurunan di banding banding tahun sebelumnya, efek efesiensi jadi alasan pengurangan.
“Di tahun 2025 BLK masih ada 25 pelatihan, saat ini hanya 10 Pelatihan,” ujar Hendro, Sabtu (21/02/2026).
Ia juga mengatakan, sumber pendaan pelatihan tersebut tidak hanya dari APBN tapi dari APBD dan DBHCHT, Tahun ini APBD Blora tidak ada anggaran untuk mengadakan pelatihan.
“Tahun ini hanya dari APBN, dan DBHCHT masing – masing 10 Pelatihan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan ada enam jenis pelatihan yang akan di buka di BLK Blora, Seperti Tata Boga Tata Rias Menjahit, Servis Sepeda Motor, Desain Grafis dan Pengelasan.
“Untuk fasilitas Uang tentunya sedikit berkurang tapi seragam masih dapat,”
Endro menambahkan, yang terpenting semua fasilitas masih sama dan peserta kita daftarkan BPJS Ketenagakerjaan untuk jaminan keselamatan saat di pelatihan.
“Sampai saat ini peminat pelatihan di BLK masih tinggi dari berbagai kalangan,” ujarnya. ***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Fian






























