Pemkot Semarang Imbau Warga Tak Panic Buying soal Minyak Goreng

MENERANGKAN: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama Forkopimda melakukan sidak operasi di Pasar Bulu Semarang. (Adimungkas/Lingkarjateng.id)

MENERANGKAN: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama Forkopimda melakukan sidak operasi di Pasar Bulu Semarang. (Adimungkas/Lingkarjateng.id)

SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meminta masyarakat untuk tidak panic buying terhadap ketersediaan minyak goreng menjelang Ramadan. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, minyak goreng selama 3 bulan ke depan dirasa aman ketersediaannya.

Sehingga, dirinya meminta kepada masyarakat untuk bijak dalam memanfaatkan minyak goreng. “Sudah dilakukan pantauan, sidak, memang di lapangan seperti itu, stok sangat terjamin tiga bulan ke depan,” ujar Hendi, sapaan akrabnya usai meninjau stok minyak di Pasar Bulu, Kota Semarang.

Begitu pun Hendi meminta kepada masyarakat untuk menggunakan dan membeli minyak goreng sewajarnya. Hal tersebut dilakukan supaya suplai dan demand di pasar bisa seimbang. 

Tidak hanya itu, dirinya pun berharap, di saat permasalahan minyak goreng saat ini, masyarakat bisa lebih kreatif dalam mengolah makanan tanpa harus banyak melibatkan minyak goreng.

Jelang HUT ke-475, Pemkot Semarang Ziarah Makam Leluhur

Selain itu, dia mengimbau kepada masyarakat jika ada yang menemukan penyimpangan terhadap distribusi minyak goreng untuk segera melapor kepada pihak terkait.

“Kalau memang ada main-main di lapangan dan sudah dapat minyak goreng bisa dilaporkan ke Satgas Pangan atau mengembangkan pola-pola memasak tanpa harus pakai minyak goreng,” terangnya.

Terkait dengan ketersediaan minyak goreng saat ini, dari pemerintah sudah melakukan pengecekan terhadap jumlah minyak goreng yang tersedia. Seperti diketahui, jumlah minyak goreng yang tersedia jika dalam hitungan satu wilayah Jateng saja mencapai 36 ribu ton dalam setiap bulan.

Sedangkan, saat ini ketersediaan minyak goreng yang sudah tersedia mencapai 109 ribu ton. Sehingga dari jumlah keseluruhan bisa mampu menanggulangi ketersediaan minyak goreng hingga 3 bulan ke depannya. 

Tekan Laju Penduduk, Pemkot Semarang Raih Penghargaan Satya Lencana

Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Semarang, Nurkholis menyatakan, operasi pasar yang dilakukan saat ini sangat membantu dalam mengawasi ketersediaan minyak goreng di Semarang. 

Sehingga operasi pasar baik itu minyak curah maupun minyak kemasan sangat membantu ketika minyak mengalami kelangkaan. Namun saat ini sudah diberlakukan tidak ada kelangkaan, karena distribusi minyak saat ini masih normal.

“Namun kenyataannya, di lapangan ada yang lancar ada juga yang terkendala, tadi sudah ditelusuri mulai dari pabrik hingga distributor, hingga agen bahkan pasar tradisional untuk diketahui permasalahan minyak tersebut,” ujarnya. (Lingkar Network | Adimungkas – Koran Lingkar)