Kendal (lingkarjateng.id) – Tingginya intensitas curah hujan lebat disertai kondisi angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Kendal mengakibatkan sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi berupa pohon tumbang di beberapa kecamatan, pada Rabu (18/2).
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, sedikitnya delapan kecamatan terdampak akibat cuaca ekstrem tersebut. Meski demikian, seluruh titik kejadian dilaporkan telah tertangani.
Di Kecamatan Rowosari, pohon tumbang terjadi di Desa Sendangdawuhan – Getasombo sebelah timur SMPN 1 Rowosari serta di Desa Gempolsewu. Sementara di Kecamatan Cepiring, kejadian serupa terjadi di depan SMA 1 Cepiring, Desa Cepiring.
Angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di Kecamatan Patebon, tepatnya di Jalan Soekarno-Hatta Desa Purwokerto, depan PMI Kendal. Di Kecamatan Kendal, terdapat lima titik kejadian, yakni di Jalan Laut Utara depan Stikes, Jalan Karangsari arah Bandengan, Kelurahan Sijeruk, Kelurahan Ngilir, serta Kelurahan Sukodono.
Selain itu, di Kecamatan Ngampel pohon tumbang terjadi di Jalan Ndoro Sembo Desa Dempelrejo. Di Kecamatan Kaliwungu, kejadian tercatat di Jalan Maliyah Desa Sarirejo dan Jalan Arteri Lingkar Kaliwungu Desa Kumpulrejo.
Wilayah Kecamatan Kaliwungu Selatan juga terdampak, yakni di Desa Sidomakmur, depan makam Sunan Katong, serta Desa Protomulyo di area pemakaman arah Kyai Guru. Sementara di Kecamatan Boja, pohon tumbang terjadi di tikungan Desa Tampingan.
Sekretaris BPBD Kendal, Ahmad Huda Kurniawan mengatakan bahwa tim BPBD bersama relawan dan unsur terkait langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian.
“Begitu menerima laporan, tim kami langsung menuju titik-titik terdampak untuk melakukan evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang. Alhamdulillah seluruh lokasi sudah tertangani dan saat ini dalam kondisi clear,” kata Huda.
Ia menambahkan, peristiwa ini murni dipicu oleh faktor cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang terjadi secara merata di sejumlah wilayah.
“Kami menghimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Hindari berteduh di bawah pohon besar dan segera melapor apabila terjadi kejadian darurat,” lanjutnya.
BPBD Kendal memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan. ***
Jurnalis : Unggul
Editor : Fian





























