BATANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Batang bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional Pertanian (BRNP) Jawa Tengah dan Bogor mengujicoba varietas padi tahan air asin.
Menurut hasil uji coba sementara, penanaman varietas padi Biosalin 1 dan Biosalin 2 lebih tahan terhadap kondisi lahan payau serta air asin.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Sutadi Ronodipuro mengatakan bahwa saat ini proyek percontohan atau demplot seluas satu hektare telah disiapkan.
“Kami berharap teknologi benih ini menjadi titik balik bagi petani pesisir. Melalui demplot Biosalin ini, kami berharap hasil panen bisa meningkat kembali yang rencananya dipanen Maret 2026,” katanya di Batang, Jumat, Januari 2026.
Menurut dia, pemerintah daerah memiliki misi sebagai daerah swasembada pangan serta menyokong ketahanan pangan nasional.
Pada tahun 2025, kata dia, target produksi padi dipatok mencapai 177.319 ton gabah kering giling (GKG).
“Oleh karena itu, pada 2026 standar keberhasilan tidak boleh turun. Targetnya adalah menjaga tren positif ini agar swasembada tetap terjaga,” ucapnya.
Ia menjamin para petani tidak akan mendapatkan benih “kucing dalam karung” karena seluruh benih padi maupun jagung dipastikan legal dan berkualitas tinggi.
“Semua benih yang diperbantukan atau diperjualbelikan ke masyarakat itu sudah bersertifikat mulai dari proses produksi hingga distribusinya,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Diana Anggraeni mengatakan pihaknya sedang fokus pada penguatan pendampingan terutama saat memasuki musim hujan yang rawan serangan hama.
Meskipun secara struktural ada perubahan koordinasi, kata dia, namun sinergi di lapangan tetap menjadi prioritas.
“Kami aktif mendampingi petani, khususnya di musim hujan yang rawan hama. Meski penyuluh pertanian lapangan sekarang berada di bawah kementerian, sinergi dengan pemerintah daerah tetap berjalan dengan baik,” katanya.
Jurnalis: Anta
Editor: Ulfa































